Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 00:41 WIB
 

Tito Ajak Dunia Internasional Lawan Teroris

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 25 Mei 2018 | 15:02 WIB
Tito Ajak Dunia Internasional Lawan Teroris
Kapolri Jenderal (Polisi) Tito Karnavian

INILAHCOM, Jakarta - Penanganan terorisme pascabom Surabaya berlangsung sistematis dan cepat. Densus 88 berhasil menangkap 74 terduga teroris di berbagai daerah serta membuat ruang gerak mereka terdesak.

Ini tentu salah satu keberhasilan Polri yang patut diapresiasi. Terlebih, tugas Polri tidak hanya memberikan rasa aman kepada masyarakat, tetapi juga menjamin suasana tetap kondusif agar kepercayaan internasional juga terjaga.

Seperti yang dilakukan Kapolri Jenderal (Polisi) Tito Karnavian baru-baru ini. Dalam sebuah kesempatan di tengah perburuan jaringan teroris yang masih berlangsung, ia mengambil langkah cepat dengan mengundang sejumah duta besar ke kediamannya.

Ini bertujuan untuk menjelaskan penanganan serangan teror di Indonesia berikut kondisi keamanan terakhir.

Dalam pertemuan itu, Tito memastikan kepada para pejabat Kedubes akan kondisi keamanan nasional yang hingga kini sangat terkendali.

Ia lantas mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memerangi terorisme. Sebab, kejahatan luar biasa ini sudah jadi fenomena internasional yang tidak saja menyasar Indonesia.

Tito mengatakan, aksi teror yang terjadi di Indonesia mencuat karena perintah ISIS yang saat ini terdesak. Kondisi itu kemudian memintas seluruh sel-sel jaringannya untuk bergerak serentak.

"Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman," ungkap Tito.

Tito menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan oleh kekuatan baik dari Barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, katanya, ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel JAD dan JAT. Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Jordani dan Turki atau sekitar Suriah.

Menurutnya, ada sekitar 1.100 lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia berjumlah 500 lebih.

"Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," tandasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget

x