Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:54 WIB

Fredrich Akui Kenal Bimanesh Kepala VIP RS Polri

Oleh : Agus Iriawan | Kamis, 24 Mei 2018 | 17:29 WIB

Berita Terkait

Fredrich Akui Kenal Bimanesh Kepala VIP RS Polri
Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan dirinya telah lama mengenal dokter Bimanesh Sutardjo.

Fredrich menyarankan agar Novanto ditangani oleh dokter yang biasa menanganinya dalam penyakit jantung.

"Saya bilang ke Pak Novanto, mau coba dokter saya, siapa tahu bisa bantu," kata Fredrich dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Fredrich menjelaskan pada Novanto soal adanya 3 dokter yang menanganinya untuk urusan jantung dan hipertensi.

Fredrich menyebutkan dokter khsusu jantung adalah dokter Santoso dan untuk urusan hipertensi ada 2 nama yang menjadi langganannya yakni dokter Bimanesh Sutardjo dan Luki Azizah.

"Untuk ahli hpertensi ada 2 dokter Luki Azizah dan dokter Bimanesh, " ucap Fredrich.

Fredrich mengaku, Novanto lebih memilih untuk berkonsultasi dengan Bimanesh, kemudian dia menghubungi Bimanesh soal keinginan Novanto diperiksa.

"Saya coba hubungi Bimanesh karena saya sudah lama kenal, sejak 2004, dulu beliau kepala VIP RS Polri," ucap Fredrich.

Fredrich mengungkapkan saat bertemu Bimanesh ketika memperpanjang surat senjata. " Saya kan butuh chek up dan harus RS Polri maka saya ketemu Bimanesh," imbuh Fredrich.

Selanjutnya, Fredrich diminta untuk mengirim resume medis terakhir Novanto melalui pesan WhatsApp.

"Tujuanya adalah untuk mengetahui Bimanesh dapat memeriksa Novanto atau tidak," terang Fredrich.

Fredrich saat itu mendatangi rumah Novanto untuk foto resume medis Novanto, untuk dikirim ke Bimanesh.

"Terakhir pada pasang ring jantung dan segala macam hasil lab, saya foto langsung saya WA ke Pak Bimanesh, saya kirim photo copynya," paparnya.

Diketahui, Fredrich Yunadi dan Bimanesh diduga menjadi terdakwa perintangan penyidikan korupsi e - KTP, terhadap Setya Novanto oleh KPK. [rok]

Komentar

Embed Widget
x