Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 05:22 WIB
 

Pilkada Makassar

Pasangan Independen Lawan Oligarki Politik

Oleh : Fadli Zikri | Kamis, 24 Mei 2018 | 15:41 WIB
Pasangan Independen Lawan Oligarki Politik
Pakar hukum tata negara Refly Harun

INILAHCOM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan, sulit mengatakan putusan KPUD Kota Makassar yang belum menjalankan rekomendasi Panwaslu setempat tidak diintervensi oleh kekuatan politik.

"Dimensi politik ini yang ngeri-ngeri sedapnya. Karena kita tahu ini ada dua pasang. Pasangan pertama (Appi-Cicu) adalah pasangan yang disung delapan partai politik, semua partai politik. Pasangan satunya (Dani Pomanto-Indira) pasangan perseorangan, independen. Saya lihat memang ada oligarki politik yang bermain," kata Refly dalam diskusi Kisruh Pilkada Makassar di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Adapun rekomendasi Panwaslu yaitu, memulihkan hak pasangan Dani Pomanto-Indira yang didiskuakifikasi oleh KPUD Kota Makassar dan kembali menetapkan pasangan Calon Walikota daerah tersebut menjadi dua pasang calon.

"Ini saya selalu peringatkan berkali kali penyelenggra Pemilu, sejauh mana mereka bisa menegakkan independensi dari intervensi. Putusan Panwas atau Pengadilan, salah atau benar harus dilaksanakan dan itu sudah dilaksankan kan, sekarang tinggal putusan Panwaslu," ujarnya.

Seperti diketahui, pasangan Dani Pomanto-Indira didiskualifikasi berdasarkan putusan PT TUN yang dilayangkan oleh pasangan Appi-Cicu. Dani Pomanto dinilai memanfaatkan jabatannya sebagai petahana untuk berkampanye. Namun pada waktu itu, belum ada pasangan calon yang ditetapkan oleh KPU. [rok]

Komentar

 
x