Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 22:15 WIB

Polri: Bercanda Bawa Bom Kena Pidana

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 24 Mei 2018 | 15:16 WIB

Berita Terkait

Polri: Bercanda Bawa Bom Kena Pidana
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bercanda soal bom ketika berada di tempat keramaian seperti pesawat dan mall. Warga yang bercanda soal bom bisa dikenakan pidana.

"Iya bisa (kena pidana). Paling tidak dia mengganggu ketertiban umum," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (24/5/2018).

Setyo menjelaskan jika ada orang yang menyebut-nyebut membawa bom maka pihak keamanan sudah pasti akan melakukan sterilisasi di lokasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tak bercanda soal bom jika tak ingin diperiksa atau bahkan dipidana.

"Setiap ada yang menyatakan (ada bom) itu pasti harus disterilisasi, kalau hanya main-main, ternyata nanti betul, itu kita semua salah. Tidak boleh bermain-main dengan mengatakan ada bom," jelas Setyo.

Saat isu terorisme masih menjadi perbincangan, sejumlah orang justru bermain-main menyatakan diri membawa bom. Ironisnya, hal tersebut justru dilakukan oleh anggota dewan.

Dua anggota DPRD Banyuwangi yakni Basuki Rahmad dan Nauval Badri diamankan petugas Bandara Banyuwangi karena bercanda mengenai bom saat hendak naik pesawat Garuda rute Banyuwangi-Jakarta di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (23/5).

Kedua politikus dari Partai Gerindra dan Partai Hanura itu hendak terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu sore di Bandara Banyuwangi, namun saat memasuki pemeriksaan oleh petugas Avsec menyampaikan bahwa tas rekannya berisi bahan peledak atau bom.

Bahkan saat ditanya petugas hingga tiga kali, penumpang Rahmat tersebut tetap menyampaikan bahwa yang dibawa adalah bom. Kemudian penumpang atas Novel menuju ke dalam pesawat yang juga berbicara bahwa barang di tas tersebut berisi bom, sehingga pramugari melaporkan ke pilot pesawat dan pilot tidak berani terbang kalau penumpang tersebut tidak turun.

Kedua anggota DPRD Banyuwangi itu pun diturunkan ke Kantor Angkasa Pura di Bandara Banyuwangi, sedangkan untuk barang bawaan kedua penumpang dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan barang yang mencurigakan.

Kedua penumpang dapat dijerat pasal 437 ayat (1) jo pasal 344 huruf e UU RI No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara.[jat]

Komentar

x