Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 03:49 WIB
 

LPAI: Anak Terlibat Terorisme Adalah Korban

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 22 Mei 2018 | 17:24 WIB
LPAI: Anak Terlibat Terorisme Adalah Korban
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) angkat bicara soal perdebatan berbagai pihak terkait status anak-anak yang terlibat dalam aksi terorisme dinyatakan sebagai korban atau pelaku.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri mengatakan, dalam perspektif hukum, anak-anak yang terlibat aksi terorisme seperti yang terjadi di Surabaya dinyatakan sebagai pelaku.

"Anak-anak yang dikabarkan mengenakan rompi berisi bahan peledak di bom Surabaya dalam rangkaian jumpa pers, puluhan kata yang digunakan adalah pelaku. Disebutkan bahwa ada empat pelaku dan dua diantaranya anak-anak," kata Reza dalam diskusi dengan tema Terorisme, Politik dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Meski secara hukum mereka dianggap pelaku namun LPAI meyakini posisi anak-anak yang dilibatkan dalam aksi terorisme merupakan korban yang dirampas haknya.

"Ini betul-betul anak-anak yang mengenakan rompi berisi bahan peledak itu sebagai korban. Undang-undang Anak pasal 15 mengatakan salah satu hak anak adalah harus bebas dari aksi kekerasan. Ada anak dibawa dalam situasi kekerasan dan mengenakan rompi bom dikatakan mereka anak-anak yang haknya dirampas," paparnya.

Dia menambahkan, dalam undang-undang yang sama di pasal 76 juga menegaskan bahwa siapapun dilarang menempatkan anak dalam situasi kekerasan, seperti perbuatan terorisme.

"Ini mempertegas siapapun menempatkan anak dalam situasi kekerasan itu ada sanksinya. Siapapun dilarang melibatkan anak dalam aksi militerisme dan semacamnya. Ini semakin mempertrgas bahwa anak-anak di Surabaya alih-alih pelaku mereka adalah korban," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x