Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 17:15 WIB

Aa Gym Minta Kebijakan 200 Mubaligh Dievaluasi

Senin, 21 Mei 2018 | 13:13 WIB

Berita Terkait

Aa Gym Minta Kebijakan 200 Mubaligh Dievaluasi
(Foto: facebook)

INILAHCOM, Jakarta - Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym meminta agar kebijakan Daftar 200 Mubaligh yang dikeluarkan Kementerian Agama dievaluasi dengan seksama serta dimusyarahkan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melibatkan para pimpinan ormas Islam.

"Karena ternyata menimbulkan polemik, alangkah indahnya kebijakan ini dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam," tegas Aa Gym, pada akun Facebooknya, Senin (21/5/2018).

Sehingga, lanjut Aa Gym, kelak dapat menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat. "Ini adalah ujian bagi kita bersama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, untuk terus semangat menjalin ukhuwah, saling menasehati dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran," tambahnya.

Ia mengaku sangat gundah ketika namanya tercantum dalam 200 Mubaligh itu. Aa Gym merasa dari criteria, sejujurnya secara pribadi masih sangat jauh dari selayaknya sebagai seorang ulama baik segi keilmuan maupun pengamalan. "Apalagi melihat guru guru dan sahabat sahabat Aa yang tak diragukan lagi keilmuan, kecintaan dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar," katanya.

AA pun mengutip sebuah ayat dalam Al Quran. "Mengingat sesama mukmin adalah bersaudara dan harus menjauhi prasangka buruk, (QS al hujurat 10-12). Aa percaya bahwa daftar ini dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa kita," jelasnya lagi.

Berikut isi pesan lengkap Aa dalam akun Facebooknya

Assalamu alaikuum warahmatullohi wabarokaatuuh

Mohon maaf bila penyampaian tulisan ini terlambat karena baru saja selesai pemakaman cucu , mohon doa dari jamaah semua.

Sehubungan adanya "daftar 200" dan ada nama aa tercantum, seketika hati ini merasa sangat gundah, dari kriteria, sejujurnya pribadi ini masih sangat jauh dari selayaknya sebagai seorang ulama baik segi keilmuan maupun pengamalan.

Apalagi melihat guru guru dan sahabat sahabat aa yg tak diragukan lagi keilmuan, kecintaan dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar.

Mengingat sesama mukmin adalah bersaudara dan harus menjauhi prasangka buruk, (QS al hujurat 10-12).

Aa percaya bahwa daftar ini dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa kita,

Namun karena ternyata menimbulkan polemik, alangkah indahnya kebijakan ini dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam ,

Sehingga kelak dapat menghasilkan , kebijakan yg adil dan didukung oleh umat

Ini adalah ujian bagi kita bersama di bulan Ramadhan yg penuh berkah ini,

Untuk terus semangat menjalin ukhuwah, saling menasehati dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran.

Semoga Alloh menuntun kita semua, agar bisa memiliki hati dan sikap terbaik dalam menyelesaikan berbagai masalah ummat dan negri ini, aamiiin

Mohon maaf

Abdullah Gymnastiar

[mdr]

Komentar

x