Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:37 WIB
 

Bom Gereja Surabaya

Lagi, Polisi Amankan Dosen yang Diduga Hate Speech

Oleh : - | Minggu, 20 Mei 2018 | 20:31 WIB
Lagi, Polisi Amankan Dosen yang Diduga Hate Speech
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Medan - Penyidik Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumatera Utara mengamankan oknum Dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, inisial HDL karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian.

"Pelaku tersebut ditangkap petugas kepolisian di rumahnya, di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (19/5)," kata Kabid Humas Polda Sumatra Utara, AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Mapolda, Minggu (20/5/2018).

Ia menjelaskan oknum dosen HDL digiring petugas karena salah satu postingan akun facebooknya viral hingga mengundang perdebatan hangat di netizen, dan diduga menyampaikan ujaran kebencian.

"Saat itu, setelah tiga serangan bom bunuh diri di tempat ibadah di Surabaya, Minggu (13/5). HDL memosting sebuah tulisan yang menyebutkan kalau tiga bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna, dan #2019 Ganti Presiden," ujarnya.

Setelah postingan viral, kata Tatan, HDL yang juga memiliki pendidikan terakhir S-2, dan langsung menutup akun facebooknya. Namun, postingan tersebut sudah terlanjur discreenshoot netizen dan dibagikan ke media daring (online).

"Motif dan tujuan pemilik akun Facebook HDL yang dimilikinya itu, karena terbawa suasana dan emosi. Di dalam media sosial facebook dengan maraknya caption/tulisan #2019 Ganti Presiden," jelas dia.

Bahkan, lanjut dia, HDL mengaku merasa kecewa dengan pemerintah saat ini karena semua kebutuhan mengalami kenaikan dan hal itu tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014. Pelaku mengakui menulis status tersebut tanggal 12 Mei dan 13 Mei 2018 di rumahnya.

"Karena telah meresahkan masyarakat, personil cybercrime Polda Sumut yang melaporkan sendiri akun tersebut, sehingga ujaran kebencian yang dilakukan pelaku dapat diusut," kata mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Tatan menjelaskan wanita kelahiran tahun 1972 itu saat ini berada di Mapolda Sumatra Utara untuk dilakukan penyelidikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti berupa satu buah handphone iphone 6S warna silver, satu buah simcard 081533807888, satu buah flasdisk merek Toshiba 4 Giga yang berisikan softcopy screenshot akun facebook HDL, dan tiga lembar creenshot akun facebook HDL.

"Pelaku HDL, melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," tandasnya.[tar]

Komentar

x