Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 19:22 WIB
 

Bom Gereja Surabaya

Karwo: Rakyat Tahu Terorisme bukan Perintah Agama

Oleh : - | Minggu, 20 Mei 2018 | 18:31 WIB
Karwo: Rakyat Tahu Terorisme bukan Perintah Agama
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan seluruh lapisan masyarakat yakin keamanan di Surabaya telah terkendali. Keyakinan masyarakat itu terlihat dari kunjungan jemaat di berbagai gereja di Surabaya yang mulai stabil.

Hal ini dikatakan Pakde Karwo menjawab pertanyaan media usai melakukan peninjauan empat gereja di Surabaya, Minggu (20/5/2018).

Keempat gereja yang dikunjungi yaitu Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Ngagel Jaya Utara 81 Surabaya, Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel Madya 1 Surabaya, Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) di Jalan Polisi Istimewa 15 Surabaya dan Gereja Katolik Santo Yakobus (GKSY) di Citraland Surabaya.

Kunjungan di empat gereja itu dilakukan bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Penjelasan stabilnya kunjungan jemaat ke gereja itu, kata Karwo seperti disampaikan oleh para romo atau pendeta yang ditemui saat kunjungan.

Romo Aloysius Kurdo Irianto dari Gereja SMTB yang mengatakan kegiatan ibadah di gerejanya telah berjalan seperti biasa, dan jumlah jemaat tidak berkurang.

Kalau pun jumlah jemaat lebih sedikit di pagi hari, hal itu lebih karena siklus selama ini yakni pagi hari lebih sedikit dan siang lebih banyak. Gereja SMTB sendiri telah melakukan misa sejak Minggu (20/5/2018) malam.

Pernyataan yang hampir senada, bahwa kunjungan jemaat gereja sudah seperti biasa, disampaikan pula Kepala Paroki HKY, Romo Yuventius Fusi Nusantoro dan Kepala Paroki Santo Yakobus, Romo Aloysius Hans Kurniawan.

Karwo mengatakan terkendalinya keamanan yang dilakukan Polri dan TNI, sehingga memberikan rasa aman bagi warga sebagai bentuk kehadiran negara melindungi rakyatnya.

"Ini sesuai arahan Bapak Presiden, agar pencarian terorisme sampai dengan ke akar-akarnya," ujarnya.

Untuk menciptakan rasa aman tadi, lanjut dia, berbagai lapisan masyarakat juga ikut ambil bagian dalam pengamanan gereja-gereja seperti Banser NU, Satpol PP, hingga siswa-siswi pramuka.

Untuk itu, kepada para pimpinan gereja, Karwo juga meminta agar terus memberikan semangat pada jemaatnya untuk tetap beribadah.

Terhadap permasalahan terorisme, Karwo menjelaskan saat ini masyarakat telah memberikan hukuman atau sanksi sosial seperti reaksi tidak boleh dimakamkan di daerahnya.

Hal ini menunjukkan masyarakat mulai merasa pentingnya hidup berdampingan secara pluralisme dengan damai, dan sepakat bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

"Masyarakat juga telah tahu bahwa terorisme bukan perintah agama, karena tidak ada agama manapun yang mengajarkan pembunuhan seperti itu," kata Karwo.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menambahkan pengamanan akan terus dilakukan pada tiap gereja sesuai kondisi di lapangan.

Menurut dia, di tiap gereja jumlah ibadahnya ada beberapa kali dan semuanya akan dijaga. Pengamanan ini juga didukung oleh TNI serta berbagai lapisan masyarakat.

"Harapannya aktivitas peribadatan di gereja seperti biasa dan masyarakar merasa aman dan nyaman," tandasnya.[beritajatim.com]

Komentar

 
x