Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 01:36 WIB
 

Soal Hak Imunitas Advokat

Fredrich Berdebat dengan Ketum Peradi

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 18 Mei 2018 | 23:20 WIB
Fredrich Berdebat dengan Ketum Peradi
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa merintangi penyidikan Fredrich Yunadi berdebat dengan Ketum Peradi Fauzi Yusuh Hasibuan.

Fredrich, menyinggung putusan mahkamah konstitusi tahun 2013 soal imunitas advokat.

"Putusan Mahkamah itu di tahun 2013 itu adalah urutan ketiga setelah adanya UU advokat, kemudian dibuat MoU tahun 2012 kemudian tahun 2013 keluar putusan MK yang mengembangkan sebuah frasa itikad baik itu tadinya diatur dalam UU advokat hanya berada di dalam pengadilan," kata Fredrich dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Tapi kemudian kata Fredrich, frasa itu dikembangkan menjadi tugas-tugas profesi advokat itu dilakukan dengan itikad baik itu baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Fredrich pun meminta penegasan Fauzi mengenai advokat yang bisa tidaknya dituntut secara pidana atau perdata, meskipun seorang advokat menjalankan tugas profesinya. Apalagi advokat juga mempunyai iktikad baik untuk kepentingan klien di luar dan dalam persidangan.

Fauzi menyebut, yang mengetahui adanya itikad baik atau tidak adanya itikad baik dalam menjalankan fungsi itu adalah dewan kehormatan.

"Karena tadi saya sebutkan perbedaan antara itikad baik yang ada dalam kehormatan dengan itikad baik dalam hukum perjanjian itu sendiri. Nah itu lah makanya karena yang diproses itu adalah hati orang," ucap Fauzi menjawab pertanyaan Fredrich.

Dalam kasus ini, Fredrich didakwa bersama-sama dengan dokter Bimanesh Sutarjo melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x