Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 03:37 WIB

Kang Emil Janji Lakukan Inovasi untuk KPBS

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 18 Mei 2018 | 23:05 WIB

Berita Terkait

Kang Emil Janji Lakukan Inovasi untuk KPBS
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Pangalengan - Dalam rangkaian kegiatan kampanye dan blusukan di kabupaten Bandung, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil berkunjung ke Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Saat berkunjung ke KPBS, Kang Emil berdialog dengan jajaran manajemen KPBS dan para peternak sapi perah di Pangalengan.

KPBS Pangalengan merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Koperasi yang berdiri pada tahun 1969 ini telah meraih beberapa penghargaan, diantaranya, koperasi berprestasi tahun 2007, dan prestasi nasional lainnya seperti penghargaan Koperasi Teladan Nasional (1982, 1984, dan 1985), Koperasi Mandiri (1988), dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama (1997).

Menurut Manajer Pengolahan Susu KPBS Heri Hidayat, kapasitas mesin terpasang untuk pengolahan susu milik KPBS adalah sebesar 60 ton perhari. Namun saat ini baru mengolah 25 ton perhari.

Hal ini menurut Heri disebabkan oleh semakin bekurangnya pasokan susu yang dikirim peternak, karena harga susu segar yang masij berkisar pada angka Rp5.000,-/liter.

"Dengan mengolah susu yang dipasok per petani, KPBS bermaksud memberi nilai tambah pada produk susu, sehingga margin keuntungan susu pun bisa naik menjadi 50 persen, dibanding dengan hanya menjual susu segar steril yang marginnya hanya 10 persen" ungkap Heri.

Saat ini, produk olahan susu KPBS, dipasarkan di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kepada Ridwan Kamil, para pengurus KPBS dan peternak sapi mengharapkan agar Kang Emil, mengawal regulasi terkait stabilitas harga susu, jika ia terpilih sebagai gubernur.

Kang Emil pun berjanji saat terpilih sebagai gubernur, ia akan melakukan inovasi di bidang regulasi agar harga susu peternak bisa lebih tinggi. "Idealnya harga susu yang diterima peternak adalah sebesar Rp6-7 ribu perliter. Angka ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak," ungkapnya.

Selain itu, Kang Emil juga menawarkan model kerjasama dimana sapi disiapkan oleh perusahaan besar, namun pengelolaannya dilakukan oleh petani dengan skema bagi hasil.

Meski demikian, skema ini harus didasarkan pada skala ekonomi dan dibangun berdasarkan konsep dan sistem pengelolaan yang jelas. "Jika petani dapat mengelola sapi perah hingga 10 ekor per peternak, insya allah ini akan mendatangkan pendapatan ke petani hingga Rp8 juta perbulan, yang seharusnya bisa membuat peternak susu sejahtera," tegasnya.

Menurut Heri, tiga kecamatan di kabupaten Bandung yaitu Pangalengan, Pacet, dan Kertasari sebenarnya mampu menampung dan mengelola hingga 35 ribu ekor sapi. "Saat ini sapi yang diternak di tiga kecamatan tersebut masih sekitar 11 ribu ekor, jadi peluangnya masih terbuka," pungkasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x