Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 03:35 WIB

Makam Terduga Teroris Keluar Bau Menyengat

Jumat, 18 Mei 2018 | 19:27 WIB

Berita Terkait

Makam Terduga Teroris Keluar Bau Menyengat
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo - Dikuburkannya jenazah Anton Ferdiantono (47), Sari Puspitarini dan Hilya Aulia (17) yang tewas kena bom hasil rakitannya sendiri di Rusunawa Wonocolo Kecamatan Taman, yang dimakamkan di makam milik Dinsos Sidoarjo di Jalan Mayjen Sungkono Pucang Kecamatan Sidoarjo, sepertinya mendatangkan masalah.

Masalahnya yakni soal bau yang menyengat dari ketiga peti jenazah satu keluarga yang dijuluki teroris itu. Karena dalam pemakaman yang ada, kedalamannya peti ditanam ke bumi, tidak seperti kedalaman orang meninggal hingga sedalam sekujur tubuh lebih orang dewasa.

Tapi kedalaman liang kubur dari ketiganya hanya sekitar separoh badan orang dewasa atau sekitar satu meter. Begitu peti jenazah diturunkan ke lubang, peti jenazah masih sangat nampak jelas dilihat dari atas.

Antara peti jenazah dengan daratan permukaan galian, seperti masih tampak sejajar dengan tanah. "Alamat mas, sebentar lagi pasti (maaf) baunya akan menyengat. Sekarang saja, sudah bau apalagi hari berikutnya," kata sekurity Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Sidoarjo, Jumat (18/5/2018).

Kekhawatiran satpam tersebut beralasan. Karena bangunan pos Dinkes Kabupaten Sidoarjo tempat dia berjaga, temboknya berhimpitan hanya sejarak beberapa centimeter. Termasuk pagar paling utara juga berhimpitan dengan Dinkes Kab. Sidoarjo.

"Apalagi makam tiga keluarga teroris itu berada di paling depan atau depan pintu masuk makam untuk orang-orang misterius itu. Jelas nanti baunya tak hanya berkutat ke Dinkes saja, melainkan juga bisa dirasakan pengguna jalan yang melintas Jalan Mayjen Sungkono Pucang akan terasa nanti," jelasnya.

Iin warga sekitar juga mempertanyakan alasan keluarga orang yang kena bomnya sendiri meledak itu dikuburkan di Sidoarjo. Padahal mereka tercatat alamat KTP Surabaya.

"Kenapa kok dimakamkan di Sidoarjo. Apa karena di tolak di Surabaya? Kasihan juga sih," tukasnya dengan agak keheranan.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x