Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 13:58 WIB
 

Jelang Vonis

Richard Coba Mengetuk Pintu Keadilan Hakim

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 17 Mei 2018 | 23:02 WIB
Richard Coba Mengetuk Pintu Keadilan Hakim
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa Cristoforus Richard menyesalkan proses peradilannya yang justru mencerminkan ketidakadilan.

Pada sidang Selasa (15/5/2018) kemarin, Richard menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam proses peradilan terhadapnya melalui duplik.

Dimulai dari surat tanggal 30 September 2013 yang dijadikan alat kejahatan dapat dibuktikan sah secara hukum berdasarkan pasal 263 ayat 1 dan 2 yang disangkakan terhadapnya.

Surat Pernyataan Richard (Terdakwa) tanggal 30 September 2013 yang dijadikan obyek dan alat kejahatan, sama sekali tidak dijadikan pertimbangan oleh Kepala BPN untuk terbitnya Keputusan Kepala BPN No. 0196/Pbt/BPN.51/2013 tersebut. Dengan demikian, selain Surat Pernyataan tersebut tidak merupakan sebab, atau tidak mampu menerbitkan Keputusan Kepala BPN, juga barang bukti Foto Copy merupakan barang bukti yang tidak sah untuk diajukan dalam persidangan ini. Dan seluruh saksi Kunci BPN yang ada didalam BAP tidak ada yang pernah melihat surat tanggal 30 September 2013.

"Kalau betul surat tanggal 30 September 2013 yang dijadikan alat kejahatan dapat dibuktikan sah secara hukum berdasarkan pasal 263 ayat 1 dan 2 maka sudah sepatutnya saya dihukum," cetusnya.

Tetapi apabila jaksa tidak berhasil membuktikan hal ini, Richard berharap kasus yang menimpanya ini tidak terjadi kepada orang lain.

"Demikian juga perintah Majelis Hakim untuk melakukan pemeriksaan Laboratoris Forensik, tidak pernah dipenuhi atau tepatnya diabaikan," tegasnya.

Sepanjang persidangan, Jaksa Penuntut Umum juga tak mampu membuktikannya semua tuduhannya sesuai dengan pasal 263 ayat 1 dan ayat 2.

Ditambah, sosok saksi kunci yang tak pernah dihadirkan dimuka sidang. "Saya setuju dengan Hakim, bahwa Harry Sapto merupakan Saksi Kunci karena Harry Sapto yang menerima uang, hasil penjualan," keluhnya.

Terakhir, Richard memohon agar majelis hakim melihat dengan telitit setiap keganjilan yang muncul selama persidangan sebelum mengambil keputusan.

Richard pun mengutarakan harapannya, "Karena Pengadilan merupakan tempat terakhir orang mencari kebenaran dan keadilan. Seperti yang saya baca diruang tunggu persidangan, bertuliskan Ruang Tunggu Para Pencari Keadilan," demikian Richard menyampaikan.

Sidang vonis sendiri rencananya akan digelar pada 23 Mei mendatang. Sebelumnya Richard dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x