Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 02:30 WIB
 

RUU Terorisme Dinilai Bukan Satu-satunya Pil Ampuh

Oleh : Willi Nafie | Kamis, 17 Mei 2018 | 22:11 WIB
RUU Terorisme Dinilai Bukan Satu-satunya Pil Ampuh
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani berharap pemerintah tak menggebu-gebu fokus soal RUU Terorisme dan rencana mengeluarkan Perppu. Namun bagaimana upaya mencegah radikalisme.

"Kami menyatakan RUU bukan satu-satunya pil ampuh menyelesaikan tindak pidana terorisme. Ada banyak aspek melatarbelakangi terjadinya terorisme," kata Koordinator Kontras Yati Andriyani, Kamis (17/5/2018).

Kendati demikian, Kontras tetap sepakat dengan rencana pengesahan revisi RUU Terorisme yang saat ini masih ditarik ulur di DPR-RI.

"Kalau ada tuntutan revisi kami mendukung tetapi bukan berarti penyelesaian hanya dengan revisi tapi soal apakah betul di sana ada hukum tak memadai, atau selama ini sudah berjalan koordinasi yang kuat dalam upaya untuk deradikalisasi," tuturnya.

Sementara itu Aktivis Jurnal Perempuan Atnike Nova Sigiro menegaskan penanganan aksi terorisme meski mengedepankan soal mencari akar persoalannya. Untuk itu pemerintah diminta untuk fokus ke hal tersebut.

"Problem hari ini yang kami anggap sebagai pupuk aksi teror yang saat ini terjadi adalah masiffnya sikap intoleran dan sikap kekeluargaan yang minim di masyarakat. Ini belum direspon secara baik oleh pemerintah," pungkasnya. [ton]

Komentar

x