Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 01:59 WIB

Pembentukan Koopssugab Diharap Tunggu RUU Teroris

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 17 Mei 2018 | 16:51 WIB
Pembentukan Koopssugab Diharap Tunggu RUU Teroris
Anggota Pansus RUU Terorisme, Arsul Sani - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Pansus RUU Terorisme, Arsul Sani menyarankan kepada pemerintah dalam membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssugab) TNI/Polri untuk menumpas aksi terorisme menunggu persetujuan RUU Terorisme.

"Soal pembentukan kopasgabsus tersebut, sebaiknya dibicarakan setelah Revisi UU Terorisme disetujui," kata Arsul, Kamis (17/5/2018).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan dalam pasal tentang pelibatan TNI yang telah disepakati di Pansus RUU Terorisme, maka dibuka peran serta atau pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme.

"Seperti ditetapkan dalam Pasal 7 ayat 2 UU 34/2004 tentang TNI dengan ketentuan dan mekanisme yang harus dituangkan dalam sebuah Perpres," ujar Anggota DPR Fraksi PPP ini.

Menurut dia, Peraturan Presiden ini disusun dengan konsultasi DPR sebagai sebuah keputusan politik negara yang memberikan wewenang kepada Presiden untuk melibatkan TNI dalam penanggulangan terorisme berdasarkan kebutuhan situasional.

"Jadi tanpa harus berkonsultasi lagi dengan DPR untuk setiap kasus terorisme yang sedang dihadapi. Di Perpres ini kemudian bisa saja Presiden memilih untuk membentuk Kopashabsus dimaksud," tandasnya.

Untuk diketahui, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo telah sepakat Koopssugab TNI/Polri untuk menumpas aksi terorisme. Menurut dia, operasi ini dikomandoi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI/Polri sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI. Ini inisiasi penuh dari Panglima TNI, di bawah Panglima TNI," kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan tugas-tugasnya untuk apa pasti karena pasukan dipersiapkan dengan baik, secara infrastruktur, secara kapasitas, mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru manapun dalam tempo yang secepat-cepatnya.

"Tugas teknisnya seperti apa, nanti akan dikomunikasikan antara Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dengan Panglima TNI," ujar mantan Panglima TNI ini. [ton]

Komentar

Embed Widget

x