Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 12:46 WIB

Ini Cara KPK Tangkap Bupati Bengkulu Selatan

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 16 Mei 2018 | 23:00 WIB

Berita Terkait

Ini Cara KPK Tangkap Bupati Bengkulu Selatan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) membeberkan kronologi penangkapan terhadap Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud.

Dirwan diduga menerima sejumlah uang dari seorang kontraktor bernama Juhari terkait penanganan sejumlah proyek yang ada diwilayahnya.

"Diduga penerimaan total Rp 98 juta merupakan bagian dari 15 persen komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati atas 5 proyek penunjukkan langsung pekerjaan Infrastruktur jalan dan jembatan) yang dijanjikan di Pemkab Bengkulu Selatan senilai total Rp750 juta komitmen fee sebesar Rp112.500.000," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Basaria menerangkan, pada Selasa (15/5) sekitar pukul 16.20 WIB, Tim Satgas KPK mencium adanya penyerahan uang dari Juhari kepada Nursilawati (Kasie kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan) untuk diserahkan kepada Hendrati (istri Dirwan) di rumah pribadinya.

Kemudian, setelah penyerahan terjadi, Juhari langsung menuju sebuah rumah makan di daerah Manna dan diamankan tim KPK sekitar pukul 17.00 WIB.

"Tim kemudian membawa JHR(Juhari) kembali ke rumah HEN(Hendrati),"tutur Basaria.

Sedangkan tersangka Nursilawati yang telah meninggalkan rumah Hendrati saat itu pergi menuju rumah kerabatnya di daerah Manna. Secara pararel, tim KPK lainnya mengamankan Nursilawati sekitar pukul 17.15 WIB untuk kemudian dibawa kembali ke rumah Hendrati.

Setelah kedua tim tiba di rumah Hendrati, tim mengamankan uang Rp75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti tranfer sebesar Rp15 juta.

"Rp13 juta diduga berasal dari pemberian Juhari sebelumnya," ucap Basaria.

Selanjutnya, tim satgas KPK juga mengamankan dan membawa Hendrati, Dirwan Mahmud, dan Juhari dari rumah pribadi Hendrati ke Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaaan awal.

"Dari tangkap tangan ini, Tim mengamankan uang tunai Rp85 juta, bukti transfer sebesar Rp15 juta dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP)," tandasnya.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati selaku pihak penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap, Juhari disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[jat]

Komentar

Embed Widget
x