Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 14:09 WIB
 

Wiranto: Jangan Kita Saling Menyalahkan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 16 Mei 2018 | 20:48 WIB
Wiranto: Jangan Kita Saling Menyalahkan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan dalam peristiwa aksi terorisme yang terjadi secara beruntun baik di Surabaya, Jawa Timur maupun Mapolda Riau.

"Jangan kita saling menyalahkan, kita tidak boleh saling menyalahkan," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, aksi terorisme terjadi bukan hanya di Indonesia saja tapi juga negara-negara dunia mengalami dan menghadapi hal serupa. Sehingga, mencegah dan memberantas aksi terorisme harus disadari tugas bersama.

"Ini kan bukan curi-mencuri barang ya, di seluruh dunia juga menghadapi hal serupa. Kalau menyalahkan itu bagian dari teror," ujarnya.

Untuk diketahui, aksi kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5/2018). Kerusuhan tersebut dilakukan oleh narapidana teroris, bahkan mengakibatkan lima orang tewas dari Anggota Polri.

Setelah itu, aksi bom bunuh diri terjadi di tiga gereja wilayah Surabaya, Jawa Timur yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuna pada Minggu (13/5/2018) pagi. Akibatnya, sepuluh orang tewas dan 41 korban luka dalam peristiwa itu.

Selanjutnya, terdengar lagi aksi bom bunuh diri di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) malam harinya. Akibatnya, tiga orang tewas dan dua orang anak-anak mengalami luka yang dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya itu, aksi teror bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polrestabes Surabaya Jawa Timur yang diduga dilakukan oleh pengendara sepeda motor pada Senin (14/5/2018) pagi.

Bahkan, terduga teroris kembali menyerang Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018). Akibatnya, beberapa orang yang diduga pelaku tewas dan satu anggota Polri juga meninggal dunia.

Sementara, ada pihak yang mendesak supaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan agar mundur dari jabatannya karena dianggap tidak bisa mengantisipasi aksi terorisme. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x