Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 06:40 WIB
 

Terduga Teroris Manukana Sering Pindah Kos

Oleh : - | Rabu, 16 Mei 2018 | 12:40 WIB
Terduga Teroris Manukana Sering Pindah Kos
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Dedi Sulistiono, teroris yang ditembak mati Densus 88 di Jalan Sikatan pada hari Selasa (16/5/2018) malam adalah pribadi yang tertutup dan tidak pernah bergaul dengan tetangganya.

Pasalnya, pria yang menggunakan nama Teguh sebagai nama palsu di lingkungannya ini tidak begitu dikenal oleh warga sekitar.

Salah seorang pemilik warung kopi di ujung Jalan Sikatan IV yang menjadi tempat tinggal Dedi sehari-hari misalnya. Ia bahkan mengaku sama sekali tidak mengenal pribadi adik dari Anton, teroris yang tewas di Rusun Sepanjang, itu.

"Kalau tahu, iya tahu Mas. Kalau kenal, nggak. Lah nggak pernah ngobrol atau bergaul dengan warga sekitar dia Mas," kata pria berambut pendek ini.

Meski demikian, Ia mengatakan bahwa sosok Dedi alias Teguh ini bukanlah penduduk baru di wilayah Jalan Sikatan. "Disini ini kan kos-kosan semua, para pendatang. Tapi Dedi itu bukan penduduk baru. Dia pindah-pindah kos di sekitar sini terus dan katanya sejak 6 tahun yang lalu sudah disini," kata pria yang ketika diwawancara mengenakan kaos hitam ini.

Lebih lanjut, pemilik warung yang juga berfungsi sebagai kos-kosan ini juga mengungkapkan bahwa Dedi alias Teguh bukanlah warga pendatang. "Itu orang Manukan Kulon Mas (sekitar 5 Km dari TKP). Rumahnya di Manukan Kulon blok apa gitu lo saya agak lupa," jelasnya.

"Kalau memang dari Manukan Kulon, berarti berasal dari keluarga berada Mas. Rumah disana bagus-bagus. Perumahan dan rata-rata orang punya," pungkas pria yang enggan namanya diberitakan.

Informasi terkini di TKP Jalan Sikatan menunjukkan bahwa lokasi masih dijaga beberapa aparat Kepolisian dengan dibantu oleh Linmas Pemkot Surabaya. Garis polisi yang sebelumnya terpasang sudah dilepas.

Tempat itu pun menjadi magnet perhatian bagi warga sekitar. Beberapa warga bergerombol di depan Gapura Gang untuk menonton dan berfoto. Para pengguna jalan yang kebetulan melintas juga turut memelankan laju kendaraannya untuk sekedar melihat. [beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x