Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:39 WIB
 

Dituding Dukung Teroris, Gerindra Laporkan 11 Akun

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 15 Mei 2018 | 21:25 WIB
Dituding Dukung Teroris, Gerindra Laporkan 11 Akun
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Gerindra melaporkan 11 akun media sosial yang diduga telah mencemarkan nama baik mereka. 11 akun itu menuding Gerindra mendukung kelompok terorisme dengan menolak revisi UU Antiterorisme.

"Yang kami lakukan adalah menyampaikan laporan terkait tindak pidana adanya akun-akun yang memfitnah kami Partai Gerindra sebagai partai pendukung terorisme," kata Ketua Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya Partai Gerindra Habiburokhman di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Habiburokhman mengatakan cuitan 11 akun media sosial ini telah mengakibatkan nama baik Gerindra tercorang. Apalagi, sang ketum Prabowo Subianto adalah mantan Kopassus.

"Sebagai partai yang punya nilai kebangsaan, Partai Gerindra dituduh terorisme, come on. Kita tahu Pak Prabowo itu siapa. Pak Prabowo itu adalah orang paling depan dari dulu melawan terorisme. Ingat, pembebasan sandera di Papua yang pimpin itu adalah Pak Prabowo. Dia juga sampai saat ini bersikap sebagai prajurit, ya tetap merasa sebagai prajurit. Tentu nilai patriotisme tidak pernah pudar," jelas Habiburokhman.

Soal Revisi Undang-Undang Antiterorisme yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR. Dia menegaskan bahwa Partai Gerindra tak menolak untuk revisi UU tersebut. Diantaranya mengenai Pasal 43-A yang disebut sebagai Pasal Guantanamo atau Pasal 13-A yang dinilai menghambat kebebasan ekspresi.

"Ini kan kita bicara hukum, ya. Yang nanti bisa dipakai ke mana-mana mengadili sikap itu bagaimana. Ukuran atau parameter sikap yang mendorong kekerasan (Pasal 13-A) itu seperti apa," terangnya.

11 akun yang dipolisikan Gerindra adalah Katakita, Lambe Nyinyir, Teras Hosang, Nyoman Suadana Santra, Amrit Punjabi, Yusuf Muhammad, Sudirman Kadir, Herlina Butar-butar, Himly Rijaalul Ghod, dan Derek Manangka.

Laporan Habiburokhman diterima Bareskrim dengan LP/B/640/V/2018/Bareskrim/tanggal 15 Mei 2018. Sebelas akun ini dengan dituding melanggar dugaan tindak pidana ujaran kebencian sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Pasal 28 ayat 2. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x