Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 14:09 WIB

Polisi Paksa Geledah Isi Tas Pria Bersarung

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 15 Mei 2018 | 20:57 WIB

Berita Terkait

Polisi Paksa Geledah Isi Tas Pria Bersarung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial seorang pria berpakaian muslim dan mengenakan sarung diminta untuk membuka isi tasnya oleh anggota Polri bersenjata.

Belum diketahui lokasi kejadian dalam video tersebut. Pria itu lalu terlihat marah-marah karena merasa dicurigai oleh polisi setempat.

"Tasnya, tasnya. Tasnya suruh lepas," kata suara dari sisi polisi dalam video yang viral, Selasa (15/5/2018).

Setelah diminta untuk mengeluarkan isi tasnya, pria bersarung itu mengeluarkan satu per satu isi di dalam tas tersebut. Tak hanya tas, kardus yang dibawa juga dibuka satu per satu.

"Kok ngamuk? Ngamuk," kembali terdengar suara dari sisi polisi.

Merasa kesal, pria yang belum diketahui identitasnya itu membuka kardus itu dengan membalikan kardusnya dihadapan polisi.

Dimintai konfirmasi terkait video tersebur, Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa prosedur penanganan yang dilakukan oleh polisi dalam video itu sudah tepat.

"Ya kita tidak boleh underestimate juga. Karena faktanya di Mako Brimob itu dia dicek di badan, di tas nggak ada senjatanya. Ternyata senjatanya ditaruh di bawah kemaluan. Nah mohon maaf kalau kepada masyarakat yang kemudian disetop, dimintai keterangan atau ditanya, seharusnya harus kooperatif kalau dia tidak mempunyai masalah," ujar Setyo.

Ia pun berharap masyarakat diminta pro aktif jika anggota polisi ingin memeriksa yang merasa dicurigai. Jika merasa tak bersalah, masyarakat tentu harus kooperatif.

"Karena yang viral kan ada yang sampai buang-buang bajunya. Sebenarnya tidak perlu begitu kalau memang dia tidak ada masalah, buka saja 'pak ini pak saya bawanya, silahkan'. Anggota juga tidak berani mendekat karena kalau mendekat tiba-tiba itu isi bahan peledak atau bom, ya aparat juga harus jaga keselamatannya juga. Contoh di gereja Surabaya, dia tidak kelihatan bawa apa-apa, ternyata meledak juga. Masyarakat harus maklum, kalau sampai dia dicurigai, ya buka saja, lihatkan dia bawanya apa saja. Kadang-kadang intuisi seorang petugas yang sedang bertugas, ini orang mencurigakan atau tidak," sambung Setyo. [ton]


Komentar

Embed Widget
x