Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 17:34 WIB
 

Polri Sebut RUU Terorisme Tinggal Pengesahan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 15 Mei 2018 | 21:35 WIB
Polri Sebut RUU Terorisme Tinggal Pengesahan
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengaku sudah tak mempermasalahkan materi di Rancangan Undang-undang terorisme. Saat ini pengesahan revisi UU tersebut tinggal menunggu pengesahan.

"Insya Allah dalam pembukaan masa sidang nanti, tanggal 18, segera diproses dan segera dituntaskan. Sudah diselesaikan kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Mengenai adanya perbedaan pendapat dalam Pasal di RUU Antiterorisme, Setyo mengatakan akan dijelaskan dalam detail setiap pasal yang dicantumkan.

"Itu nanti ada di penjelasan itu. Penjelasannya nanti di pasal penjelasan," terang Setyo.

Setyo menjelaskan bahwa dirinya sempat membicarakan revisi UU terorisme dengan anggota DPR Abdul Kadir Karding dan Arsul Sani dalam sebuah acara di stasiun televisi. Menurut dia, Arsul menyampaikan bahwa pengesahan RUU itu akan segera selesai dalam waktu dekat.

"Tadi malam saya satu frame sama Pak Karding (Komisi III DPR F-PKB Abdul Kadir Karding) dan Pak Arsul Sani (Komisi III DPR F-PPP Arsul Sani). Beliau-beliau mengatakan segera akan tuntas. Bahkan mengharapkan beliau sebelum tanggal 30 selesai," sambung Setyo.

Setyo berharap lewat RUU terorisme ini akan membuat Polri dapat bekerja lebih pro aktif. Menurutnya, UU saat ini hanya mengakomodir Polri untuk memantau pergerakan para terduga teroris.

"Terkait RUU Terorisme, kita mengharapkan undang-undang tidak bersifat responsif seperti undang-undang Nomor 15/2003. Tapi yang bersifat pro aktif. Artinya kami sudah bisa menindak," Setyo berharap.

"Misalnya kami tahu ada yang pulang dari Suriah, lalu ada bukti-bukti dia di sana kombatan, ikut bertempur, ada foto atau video atau ada saksi-saksi, sudah pasti dia bisa dikenakan tindak pidana terorisme," lanjut Setyo.

RUU Antiterorisme ini memang disebut Setyo sangatlah membantu Polri dalam menindak para terduga teroris yang mengancam negara. Saat ini Polri disebutnya tak punya kewenangan untuk menindak dalam UU Nomor 15 Tahun 2003.

"Sekarang kami hanya bisa mengendus, melihat, mencium baunya saja. Tapi menindak tidak bisa. Sudah tahu kita, itu returnis dari Suriah, tapi karena undang-undangnya mengatakan sebelum dia bergerak, tak boleh ada upaya paksa ya kita tak bisa apa-apa," jelas Setyo. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x