Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:40 WIB
 

Penyebar Teror Gereja Santa Anna Mengaku Iseng

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 15 Mei 2018 | 15:55 WIB
Penyebar Teror Gereja Santa Anna Mengaku Iseng
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra mengatakan MIA (25) penyebar berita Hoax teror bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengaku iseng atas apa yang ia lakukan.

"Pengakuan iseng. Artinya dengan saya lakukan begini, reaksinya gimana," katanya di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (15/5/2018).

Ia menjelaskan, pelaku yang pekerjaannya tidak tetap ini menyalahgunakan nomor aduan polisi yang diinfokan ke masyarakat.

"Ini pekerjaannya masih serabutan. Kadang driver, kadang penelepon gelap (mungkin)," katanya.

Ia menjelaskan, tak kama menyebar hoax, MIA berhasil dibekuk di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat pada Senin 14 Mei 2018 sekira pukul 17.00 WIB.

Ia menjelaskan saat ini statusnya MIA kini sudah jadi tersangka dan dikenakan pasal berlapis. Yaitu, Pasal 45 jo pasal 29 UU No 19/2016 tentang informasi transaksi elektronik, pun Pasal 6 dan Pasal 7 UU tentang pemberantasan tindak pidana teroris dengan ancaman hukiman bisa capai 20 tahun bahkan seumur hidup.

"Dengan adanya telepon yang dilakukan, pelaku menginfokan itu membuat keresahan, membuat panik, apa itu petugas maupun masyarakat. Apalagi yang ada di gereja. Dan tentu kalau beredar di medsos, seluruh yang membaca akan resah. Ini tindakan teror," ulasnya.

Sebelumnya beredar kabar Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur dilempari tas diduga bom, Senin, 14 Mei 2018.

Kepolisian pun melakukan pemeriksaan ke lokasi. Setelah melakukan pengecekan di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, polisi memastikan kabar ancaman bom di tempat itu tidak terbukti. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan berita bohong atau hoax. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x