Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 04:20 WIB
 

Aryo Tegaskan Pancasila dan Kebhinekaan Itu Final

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 15 Mei 2018 | 15:10 WIB
Aryo Tegaskan Pancasila dan Kebhinekaan Itu Final
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo menegaskan Ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal ika tidak dapat diganggu gugat.

"Teror bom bentuk perlawanan terhadap Pancasila dan kebhinekaan. Kami dukung setiap langkah dan aturan yang dibutuhkan untuk memberantas terorisme," ujarnya, Selasa (15/5/2018).

Ia menjelaskan kebhinekaan menjadi kekuatan Gerindra dalam upaya mempertahankan NKRI dari ancaman apapun termasuk terorisme.

Untuk mengantisipasi tumbuhnya radikalisme yang mengikis keuntuhan NKRI, Gerindra sedari awal membentuk sejumlah sayap partai sebagai wadah ekspresi politik masyarakat dari berbagai agama.

Sejumlah sayap partai itu yakni Gerakan Kristen Indonesia Raya (GEKIRA), wadah bagi umat Kristen dan Katolik. Kemudian ada Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) yang mewadahi tiga unsur agama, yaitu Hindu, Buddha, Konghucu dan aliran kepercayaan.

Ada pula Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) yang menjaring aspirasi masyarakat muslim Indonesia.

"KIRA, Gema Sadhana dan GEMIRA dalam aktivitas politiknya selalu menyuarakan Pancasila dan Kebhinekaan sebagai kerangka berfikir dan bertindak. Salah satunya dalam melawan doktrin terorisme," ujarnya.

Sebelumnya, aksi terorisme terjadi Minggu 13 Mei 2018. 3 gereja di Surabaya diguncang bom dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, bom meledak pukul 06.30 WIB, di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB, sementara di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno pukul 07.53 WIB.

Kepolisan menyebutkan hingga saat ini korban tewas berjumlah 18 orang. Aksi teroris kembali terjadi di Polrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018. Bom meledak di pintu masuk uang menyebabkan sejumlah polisi dan warga terluka.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x