Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 10:00 WIB
 

Teror Bom di Surabaya, Fahri Hamzah: #SiapaMereka?

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 15 Mei 2018 | 08:34 WIB
Teror Bom di Surabaya, Fahri Hamzah: #SiapaMereka?
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah bertanya-tanya siapa terduga pelaku teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di tiga gereja wilayah Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018).

Melalui akun twitternya, Fahri membuat hastag #SiapaMereka? Sebab, Fahri merasa heran dengan terduga pelaku teroris itu yang ingin membela agama tapi tak paham agama.

"Mereka menganggap diri membela agama; tapi mereka tidak paham agama, umumnya mereka tidak punya ulama, tidak punya maroji (rujukan), tidak bermazhab, tidak paham bahasa Arab, tidak punya organisasi, sosial atau politik, juga tidak pernah haji atau umroh. #SiapaMereka ?," tulis Fahri di akun twitternya #20TahunReformasi! @Fahrihamzah yang dikutip Selasa (15/5/2018).

Selain itu, Fahri lebih bingung lagi dengan sikap kepribadian dari para terduga teroris yang terungkap setelah meninggal dunia atau tewas usai melakukan aksi terornya.

"Mereka, setelah meninggal biasanya baru terungkap hidupnya tertutup, jarang bergaul, jika perempuan bercadar, dikenal sebagai orang biasa saja, dan lain-lain identitas yang intinya adalah bahwa ia punya dunia sendiri yang tidak pernah tidak terlacak. #SiapaMereka ?," ujarnya.

Menurut dia, bagi kaum lelaki tentu mudah saja untuk menumbuhkan jenggot dengan cara tidak perlu dicukurnya. Kemudian, bisa juga mengelabuinya dengan cara berpakaian.

"Memang mudah menumbuhkan jenggot, gak usah dicukur, atau berpakaian untuk mengelabui manusia, tapi Allah maha tahu. Sebab jika memang mereka ingin mati sebagai syuhada, mengapa menyerang tempat yg diharamkan agama? Mengapa tak menunggu mati di bulan suci? #SiapaMereka ?," jelas dia.

Fahri menganggap orang-orang yang diduga sebagai pelaku teroris bukan orang Islam, tapi mereka seperti robot yang dibentuk untuk mendiskreditkan nama baik Islam. Padahal, agama Islam itu mengajarkan kedamaian.

"Jangankan syariat dalam perang sementara syariat dalam hidup yang damai aja mereka gak paham. Sehingga mereka bukan orang Islam, mereka robot yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam secara simbolik. #SiapaMereka ?," katanya.

Kemudian, Fahri mencontohkan dalam cerita yang menganggap kalau mereka diduga robot yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam secara simbolik.

"Betulkah mereka robot? Saya ingin menceritakan robot lain: Suatu hari George Bush Jr, menyerang Iraq dan membunuh Saddam Husen serta membuat perang sipil dan pengungsian yang mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif: senjata pemusnah massal. #SiapaMereka ?," tandasnya.

Untuk diketahui, aksi kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5/2018). Kerusuhan tersebut dilakukan oleh narapidana teroris, bahkan mengakibatkan lima orang tewas dari Anggota Polri.

Setelah itu, aksi bom bunuh diri terjadi di tiga gereja wilayah Surabaya, Jawa Timur yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuna pada Minggu (13/5/2018) pagi. Akibatnya, sepuluh orang tewas dan 41 korban luka dalam peristiwa itu.

Selanjutnya, terdengar lagi aksi bom bunuh diri di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) malam harinya. Akibatnya, tiga orang tewas dan dua orang anak-anak mengalami luka yang dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya itu, aksi teror bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polrestabes Surabaya Jawa Timur yang diduga dilakukan oleh pengendara sepeda motor pada Senin (14/5/2018) pagi.[ris]

Komentar

x