Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:25 WIB

Warga Jabar Harus Punya Identitas Melalui Budaya

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 14 Mei 2018 | 21:39 WIB

Berita Terkait

Warga Jabar Harus Punya Identitas Melalui Budaya
Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Hardiansyah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Karawang - Persoalan kebudayaan, sarana dan prasarana pengembangan budaya Karawang mengemuka dalam acara konsolidasi DPC Hanura Karawang.

Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Hardiansyah mengungkapkan bahwa Karawang memiliki Kampung Budaya, tapi tidak termanfaatkan dengan baik. Karenanya ia ingin provinsi berkontribusi jelas untuk budaya. Misalnya membangun museum kebudayaan di Karawang.

Henhen, budayawan lokal juga menyebutkan bahwa di Karawang ada 76 sarjana seni, saya harap mereka diperhatikan. "Saya juga ingin ada SMK jurusan karawitan di sini," kata Henhen.

Kandidat Gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil menyatakan siap membangun infrastruktur kesenian dan kebudayaan di Karawang. Untuk memelihara kebudayaan bisa dilakukan dengan menggelar festival budaya. Untuk infrastrukturnya dibuat padepokan seni dan budaya.

"Saya akan bantu fasilitasi dan buat festival itu menjad daya tarik wisatawan dan i terkenal," katanya.

Kang Emil pun siap merenovasi situs sejarah di Karawang seperti Tugu Proklamasi di Rengasdengklok. "Saya sebagai pecinta sejarah, tanpa diminta pun Insha Alllah akan membawa perubahan (untuk tugu Proklamasi). Lima tahun jadi walikota, saya satu-satunya yang merenovasi penjara Bung Karno di Banceuy. Sekarang tempat itu menjadi sangat istimewa," tuturnya.

Menurut dia, kehadiran fasilitas seni, budaya, dan situs sejarah merupakan hal penting untuk menegaskan identitas Karawang. "Warga Karawang tidak boleh kehilangan identitasnya di mata dunia," ujarnya.

Menjawab masalah pendidikan budaya, Kang Emil akan membangunnya melalui berbagai gerakan budaya di masyarakat. Contohnya, di Bandung, ia bangun gerakan Rebo Nyunda, dimana pada hari itu, naka sekolah dan pegawai wajib mengenakan pakaian daerah dan yang prianya mengenakan iket dab pakaian pangsi, pakaian khas masyarakat Sunda.

"Budaya adalah soal cara pandang. Pendidikan budaya bisa juga dibuat gerakan. Ketika pemimpinnya mengajak gerakan budaya, dan itu dianggap baik, maka semua lapisan masyarakat akab mendukungnya," ucap Kang Emil.

Kang Emil juga akan memgajak hotel-hotel di Jawa Barat untuk memfasilitasi para seniman pentas di hotel. "Saya bisa buat kebijakan agat hotel di Jabar wajib memberikan ruang bagi seniman supaya seniman punya income," kata Kang Emil.[jat]

Komentar

Embed Widget
x