Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:21 WIB

Kepala SMP Ini Sindir Tragedi Bom Surabaya

Oleh : Tatzuar Amir | Senin, 14 Mei 2018 | 19:19 WIB
Kepala SMP Ini Sindir Tragedi Bom Surabaya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah status yang ditulis oleh seorang kepala SMP Negeri di Kalimantan Barat dikecam warganet. Saat empati ditujukan untuk korban pemboman Surabaya, dia justru menjelekkan para korban.

Oknum kepala SMP itu memiliki akun Facebook bernama Fitri Septiani Alhinduan yang menjabat sebagai kepala SMP Negeri 9 di Desa Penjalaan, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Saat para warganet mengecam pelaku pemboman dan memberikan empati kepada para korban, Fitriani justru menuliskan status Facebook yang menyebarkan kebencian.

Fitri yang berdomisili di Pontianak itu menuliskan bahwa tragedi teror bom yang terjadi secara beruntun di Surabaya tersebut merupakan rekayasa pemerintah pimpinan Presiden Jokowi agar berbagai isu bisa teralihkan.

"Sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui. Sekali ngebom:

1. Nama Islam dibuat tercoreng
2. Dana trilyunan program anti-teror cair
3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam.

Sadis lu, bong....rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu...!!"

Begitu tulisnya tak lama setelah berita bom di Surabaya terjadi. Tulisan Fitri itupun mendapatkan lebih dari 600 reaksi.

Tak hanya itu, Fitri juga menuding bahwa pemboman di Surabaya dilakukan agar pemerintah bisa mendapatkan dana tambahan.

"Bukankah 'teroris' nya sudah dipindahkan ke NK? Wah....ini pasti program mw minta tambahan dana anti teror lagi, nih? Sialan banget sih sampe korbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua," tulisnya dalam unggahan yang sudah mendapatkan 114 reaksi tersebut.

Saat dilakukan penelusuran, akun Facebook Fitri Septiani Alhinduan ini sudah tidak ada lagi. Tetapi tulisannya sudah direkam oleh warganet dan disebarluaskan.

Misalnya lewat akun Instagram Van_Djava.id yang mengunggah status Fitri dan juga sembari menerangkan bahwa oknum kepala sekolah ini sudah ditangkap oleh pihak berwajib.

Status Fitri itu sudah mendapatkan ratusan komentar yang rata-rata mengecam tulisannya.

"Kebebasan berpendapat sudah tidak dihargai. Yang dipanggil "bong" sama dia itu siapa? Kalaulah memang tidak merasa menjadi "bong", yasudah biarkan saja dia berkoar2 sampai lelah. Kok malah ditangkap? Jadi ingat zaman orde baru. Bukankah millennium ini kita dudah masuk orde reformasi?," tulis abussura

"Pecat aja," tulis azis_tangsen

"Bu drpd tenaga nya buat nyebar hoax mending buat olahraga buat ngurusin badan. Sapa tau abis olahraga fisiknya sehat mental jg ikutan sehat," tulis thewellbeingyogi.[jat]

Komentar

x