Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 01:59 WIB

Kasus Suap Kementerian PUPR

Menteri PUPR Akui Tak Kenal Bupati Halmahera Timur

Oleh : Fadhly Zikry | Senin, 14 Mei 2018 | 19:02 WIB
Menteri PUPR Akui Tak Kenal Bupati Halmahera Timur
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku tidak mengenal tersangka kasus dugaan suap terkait proyek PUPR tahun anggaran 2016, Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan.

"Jadi ditanya (penyidik) apakah saya kenal Pak Rudi, saya tidak kenal," kata Basuki di Gedung KPK usai diperiksa sebagai saksi untuk Rudi, Senin (14/5/2018).

Hal lain yang juga ditanyakan oleh penyidik yaitu tentang mekanisme pengangkatan Amran HI Mustary sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara

"Intinya pertanyaannya adalah proses pengangkatan Pak Amran sebagai kepala balai, dan proses pengangkatan pak Amran sebagai kepala balai itu sudah mengikuti proses di badan pertimbangan di jabatan dan kepangkatan di Kementerian PUPR," tuturnya.

Sebelumnya, KPK memanggil Basuki pada Jumat (11/5/2018), namun Basuki tidak hadir.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan diduga menerima suap Rp 6,3 miliar dari mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary.

Uang untuk Rudi didapat Amran dari sejumlah kontraktor proyek tersebut, salah satunya Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Amran diduga menerima sejumlah uang terkait proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Uang tersebut dari beberapa kontraktor, salah satunya Dirut PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Selain itu, Rudi juga diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget

x