Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:49 WIB

Yusril Tanggapi Dakwaan terhadap Eks Ketua BPPN

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 14 Mei 2018 | 17:34 WIB
Yusril Tanggapi Dakwaan terhadap Eks Ketua BPPN
Yusril Ihza Mahendra - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Yusril Ihza Mahendra selaku Penasihat Hukum Syafruddin Arsyad Temenggung menilai dakwaan terhadap kliennya tidak tepat.

Yusril menggambarkan, apa yang dilakukan Syafruddin hanya melaksanakan tugas sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

"KKSK telah memutuskan bahwa ini telah selesai lalu kemudian SKL-nya dikeluarkan oleh BPPN sebagai karena tugasnya dia melaksanakan keputusan dari KKSK," katanya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/5/2018).

Walaupun kata Yusril, BPPN dapat mengusulkan atau berikan saran kepada KKSK.

"Ini nanti harus dijelaskan oleh ahli dibidang hukum administrasi negara, karena sifatnya itu adalah masukan dari bawahan kepada atasan," ungkapnya.

Yusril lalu mencontohkan bilamana seorang wantimpres usulkan sesuatu kepada presiden dan presiden setuju lalu belakangan timbul masalah. Lalu apakah anggota wantimpres itu bisa dipidana atau tidak.

"Apakah bawahan yang mengusulkan itu dapat dipersalahkan atau tidak dari segi pidana. Pertama-tama tentu harus dilihat dari segi administrasi negaranya," bebernya.

Usai mendengar dakwaan, Yusril menyebut perkara kliennya adalah mengusulkan.

"Nah saya lihat dari seluruh dakwaan ini, peran pak Syafruddin ini usulkan, usulkan kepada Dorojatun dan Dorojatun laksanakan lalu kemudian dipersalahkan," tandasnya.

Syafruddin dalam dakwaan, selaku Ketua BPPN secara bersama-sama menguntungkan orang lain yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 4,5 Triliun.

Syafruddin didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ton]

Komentar

x