Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 20:33 WIB

Eks Ketua BPPN Didakwa Rugikan Negara Rp4,5 T

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 14 Mei 2018 | 14:11 WIB
Eks Ketua BPPN Didakwa Rugikan Negara Rp4,5 T
Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung didakwa memperkaya pihak lain hingga Rp4,58 triliun.

Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Chaeruddin menyebut Syafruddin memperkaya Sjamsul Nursalim, pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

"Terdakwa selaku Ketua BPPN melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak serta menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham," katanya di sidang, Senin (14/5/2018).

Padahal kata Jaksa, Sjamsul Nursalim belum menyelesaikan kewajibannya terhadap kesalahan dalam menampilkan piutang BDNI kepada petambak untuk diserahkan kepada BPPN seolah-olah piutang yang lancar.

"Akibat perbuatan terdakwa, dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp4,58 triliun," ungkapnya.

Dalam dakwaan juga disebutkan, perbuatan terdakwa dilakukan bersama-sama dengan Dorojatun Kuntjoro (Ketua KKSK), Sjamsul Nursalim dan istri, Itjih Nursalim.

Kasus ini sendiri terjadi dalam rentang waktu Oktober 2003-April 2004.

Atas perbuatannya, Syafruddin didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[jat]

Komentar

x