Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 20:39 WIB

Ulama dan Habib Serukan Perlawan Terhadap Teroris

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 14 Mei 2018 | 13:05 WIB
Ulama dan Habib Serukan Perlawan Terhadap Teroris
Habib Zein Umar Sumait, Ketua Umum Rabitah Alawiyah

INILAHCOM, Jakarta - Kalangan habib dan ulama mengecam aksi biadab teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Habib Zein Umar Sumait, Ketua Umum Rabitah Alawiyah, mengaku sangat prihatin dengan kejadian teror yang terjadi. Terlebih dalam aksinya pelaku kerap mengaitkan dengan kalimat jihad. Padahal tidak demikian dengan apa yang diajarkan Islam.

"Kalimat jihad telah disalah artikan pelaku teroris. Dalam Alquran dan hadis tidak ada ajaran Islam yang saling menyerang. Sebaliknya agama ini mengajarkan saling melindungi termasuk umat non muslim," tegas Habib Zein, Senin (14/5/2018).

Terkait kekeliruan ini, Habib Zein mengaku telah berkoordinasi dengan kalanga ulama dan habaib untuk lebih intens dalam menyerukan dakwah tentang arti Islam sesungguhnya. "Tugas pemerintah mengamankan. Dan tugas kami ulama memberikan pemahaman yang benar mengenai ajaran Islam melalui dakwah," ucapnya.

Ketegasan yang sama juga disampaikan
Ustad Muhammad Syahri Soleh, yang menyesalkan aksi teror tersebut.

Dia mengatakan, Islam tidak mengajarkan ketakutan. Karena iapun mengutuk dan menegaskan bahwa pelaku teror hakekatnya bukanlah seorang muslim. "Hakekat orang muslim ialah lisan dan tangannya memberikan keselamatan bukan ketakutan," tegasnya.

Oleh karena itu, Ustad Syahri, mengaku apa yang terjadi saat ini menjadi cambuk bagi ulama dan habib untuk lebih gencar lagi menyiarkan Islam sebagai agama yang membawa kesejukan.

Pernyataan lebih keras disampaikan Habib Husein bin Hasan Alaydrus, Mutawali Mesjid Luar Batang, yang menyatakan bahwa teroris adalah setan berbaju Islam.

"Islam yg benar tidak berbuat seperti itu. Islam sedanh di kotori manusia bejat. Tidak ada orang Islam yang membunuh manusia tidak berdosa. Jika pelaku berpikir atas perbuatannya akan masuk surga. Maka salah besar. Sebaliknya Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka yang paling dalam," pungkasnya.[jat]

Komentar

x