Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 13:54 WIB
 

"Negara Harus Tegas Terhadap Teroris"

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 14 Mei 2018 | 00:16 WIB
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5). Untuk itu dia mendesak aparat mengakap otak aksi tersebut.

"Mendesak negara melalui aparat keamanan untuk segera bertindak menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuannya menangkap pihak-pihak yang mendukung dan berada di balik serangan terorisme ini," dala keterangan persnya, Minggu (13/5/2018).

Dalam hal ini Reifky juga menyampaikan dukungannya kepada aparat keamanan dan intelijen untuk semakin menigkatkan kewaspadaannya.

"Publik berharap pihak intelijen dapat melaksanakan deteksi dini khususnya terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan serangan teror," katanya.

Riefky mengingatkan bahwa negara bertanggungjawab menjamin hadirnya rasa aman dan perdamaian. Apabila ini tidak terrealisasi, maka berdampak pada banyak hal, seperti ketidakpercayaan masyarakat dan dunia usaha internasional untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

"Negara harus menyampikan pernyataan jaminan bahwa seluruh biaya perawatan dan rehabilitasi korban ditanggung oleh negara," katanya.

Riefky yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat menghimbau kepada seluruh publik Indonesia untuk tidak takut dan gentar terhadap terorisme karena tujuan utama dari terorisme adalah menyebarkan rasa takut.

"Karena itu, masyarakat jangan latah menyebar foto atau video korban terorisme yang hanya akan melahirkan ketakutan," imbuhnya.

Sebagai mitra kerja Kemenkominfo, Riefky mengingatkan bahwa siapapun yang menyebarkan foto atau video kekerasan, dapat diancam UU ITE.

Reifky kembali menegaskan dukungan kepada Polri, Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) untuk menumpas tuntas para pelaku terorisme dan mencari akar penyebabnya dengan cara tegas, tetapi terukur dan profesional.

"Jika diperlukan, juga dapat menggandeng TNI untuk menumpas jaringan tersebut," katanya.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x