Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 03:36 WIB
 

Bom Sasar Gereja, Bamsoet Kehabisan Kata

Oleh : Abdullah Mubarok | Minggu, 13 Mei 2018 | 20:38 WIB
Bom Sasar Gereja, Bamsoet Kehabisan Kata
Ketua DPR Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo langsung bereaksi atas teror bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu langsung mengutuk pelaku pengeboman yang telah merenggut korban jiwa itu.

"Saya mengutuk keras tindakan biadab di tiga gereja di Surabaya secara serentak yang memakan korban, tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak," ujar Bambang.

Politikus yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu mengatakan, peristiwa di Surabaya tersebut menyadarkan publik bahwa para pelaku teror hidup di tengah-tengah masyarakat.

"Bisa jadi mereka juga ada media sosial yang selama ini mengutuk dan mencaci maki aparat yang melakukan penindakan kepada para terduga teroris dengan tuduhan pelanggaran HAM," ungkapnya.

Menurut Bamsoet, pasca-tragedi penyanderaan di Mako Brimob beberapa waktu lalu, jaringan atau sel-sel teroris yang selama ini terkesan tidur mulai muncul ke permukaan. Mulai dari aksi penikaman anggota intel Polri di Depok, hingga aksi peledakan bom di beberapa titik di Surabaya yang memakan korban anak-anak tak berdosa.

"Kita tidak tahu berapa banyak lagi target mereka. Sebagai ketua DPR RI, saya kebisan kata-kata untuk mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/05/2018), kecuali mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengungkap jaringan pelaku serta menindak tegas tanpa pandang bulu," tegasnya.

Legislator Golkar itu menambahkan, aksi terorisme tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, tidak ada satu pun ajaran agama yang memperbolehkan umatnya membunuh orang lain.

"Aparat keamanan harus menindak tegas pelaku dan jaringan terorisme yang terlibat. DPR meminta tindakan para pelaku harus segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu," ujar anggota Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, negara tidak boleh memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindak kekerasan dan terorisme. Apalagi, tindak kekerasan dan terorisme bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat.

"Saya mengingatkan Indonesia sudah memasuki darurat terorisme. Sebab, serangan demi serangan terorisme masih terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia," ulasnya.

Karena itu Bamsoet meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri segera mengusut tuntas pelaku pengeboman beserta motifnya secara professional, objektif dan saksama. Penjagaan di tempat-tempat ibadah juga perlu lebih ditingkatkan lagi, mengingat serangan terhadap tempat ibadah merupakan serangan terencana.

Bamsoet juga mendorong TNI membantu Polri dalam menumpas jaringan terorisme. Selain itu, katanya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus lebih aktif dan tegas mengantisipasi pergerakan terorisme.

"Mari rapatkan barisan. Kinilah saatnya kita berjihad membela negara. Saya meminta masyarakat turut aktif berpartisipasi melaporkan kepada aparat keamanan setempat jika menemukan atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan. Masyarakat juga jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Semuanya saya minta tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya masalah pengamanan kepada aparat kepolisian," pungkasnya. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x