Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 03:50 WIB

Kapolri: Negara Tak Bisa Dikalahkan Teroris

Oleh : Muhamad yusuf agam | Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00 WIB
Kapolri: Negara Tak Bisa Dikalahkan Teroris
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan negara tak bisa dikalahkan oleh teroris. Tito menyerukam kepada semua pihak untuk bersatu melawan teroris.

"Yang jelas kelompok ini tidak besar, ini hanya sel-sel kecil. Mereka tidak akan mungkin bisa mengalahkan negara, tidak mungkin. Mengalahkan Polri-TNI dan semua, yang jelas kita harus bersatu padu," tegas Tito saat jumpa pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Tito menambahkan pihaknya sudah mengetahu sel-sel jaringan teroris ini. Namun, dengan segala keterbatasan dalam UU terorisme, pihaknya tak bisa berbuat banyak untuk menangkap mereka.

"UU No 15 tahun 2003 ini sangat responsif sekali, jadi disitu kita boleh bertindak jika mereka melakukan aksi atau sudah jelas ada barang buktinya. Kita ingin lebih dari itu. Salah satunya, misalnya negara atau penegak hukum menetapkan JAD sebagai organisasi teroris, kita mendorong DPR untuk segera merevisi. Jangan terlalu lama, ini sudah banyak korban, negara membutuhkan power yang lebih," terang Tito.

Meski begitu, Tito mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI. Koordinasi ini yakni perbantuan untuk melakukan operasi jaringan teroris. Ia tak memungkiri jaringan teroris JAD ini memang mempunyai strategi untuk bisa menghindari deteksi dari aparat penegak hukum.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI, beliau akan membantu untuk melakukan operasi bersama kepada kelompok sel-sel JAD yang diduga akan melakukan aksi," kata Tito.

"Mereka orang yang terlatih. Kita paham, kita mendapatkan buku manual mereka, bagaimana menghindari komunikasi, menghindari survailance, menghindari interogasi dan mereka berlatih bagaimana cara menghindari deteksi kita," sambung dia.

Seperti diketahui, 3 gereja menjadi sasaran ledakan bom di Surabaya. Tiga gereja tersebut yaitu, gereja Santa Clara di Jalan Ngagel Jaya Utara, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada Minggu (13/5) pagi. Dalam teror tersebut 11 orang tewas dan 41 mengalami luka-luka. [wll]

Komentar

x