Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 05:35 WIB
 

Megawati: Perawat Ujung Tombak Kesehatan Rakyat

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 12 Mei 2018 | 18:28 WIB
Megawati: Perawat Ujung Tombak Kesehatan Rakyat
Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan hari Perawat Internasional di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018).

Dalam orasi ilmiah yang disampaikan di hadapan para perawat, putri Proklamator Soekarno ini menegaskan besarnya peran perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. Dikatakan, perawat merupakan ujung tombak yang menentukan nasib kesehatan rakyat.

"Nasib kesehatan rakyat ada di tangan mereka. Di sisi lain, mereka juga ditugaskan hingga pulau-pulau terluar. Maka bagi saya, tenaga kesehatan adalah para pejuang penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Megawati.

Meski demikian, Ketua Umum DPP PDIP ini mengungkapkan, kondisi perawat belum mendapat penghargaan yang layak. Hal ini setidaknya terlihat dari kehidupan kesehariannya yang masih jauh dari kata sejahtera. Baik itu dalam status hukum yang masih lemah, maupun gaji perawat yang terlalu kecil untuk kontribusi dan beban kerjanya yang begitu besar.

"Beberapa hal yang terus saya perjuangkan, pertama terkait minimnya upah yang diterima sebagian perawat," tegasnya.

Mega melanjutkan, selain kesejahteraan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu terkait kompetensi perawat yang harus ditingkatkan kembali untuk meningkatan kualitas perawat yang bekerja di dalam negeri.
Mega melanjutkan dari data yang diperoleh, sebanyak 30% perawat hingga saat ini masih berstatus pegawai tidak tetap. Menurtunya, hal itu akan berpengaruh terjadap loyalitas kinerja mereka.

"Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Indonesia. Untuk para tenaga kesehatan, semakin lama seseorang bekerja, pengalaman akan mengasah dan menempa kemampuannya," lanjutnya.

Untuk itu megawati mendukung adanya Revisi Terbatas atas Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Mega menyatakan, hanya ada satu pasal dalam Undang-Undang tersebut yang harus dikoreksi agar ada keadilan bagi mereka yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun kepada negara. Mega berharap revisi terbatas UU ASN ini dapat dituntaskan pada tahun ini.

"Alhamdulillah Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Surpres. Semoga segera ada pembahasan dan disahkan di tahun 2018, agar ada mekanisme pengangkatan yang bertahap tapi jelas, transparan, adil dan konstitusional," harapnya.

Terakhir menurut Mega hal yang tidak kalah pentingnya adalah terkait amanat Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang sudah pernah ditandangani olrhnya ketika menjabat sebagai Presiden, yaitu tahun 2004.

"Paling tidak, Pemda bersama DPRD, saya yakin, mampu mengupayakan Jaminan Kesehatan bagi seluruh perawat, yang berstatus pegawai tidak tetap," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak 1974 Dewan Perawat Internasional atau Internasional Council of Nurses (ICN) telah menetapkan 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional yang bertepatan dengan kelahiran Florence Nightingale, sebagai pendiri keperawatan modern. Setiap tahunnya Hari Perawat Internasional mempunyai tema dan tahun ini temanya ialah Nurses a Voice to Lead - Health is a Human Right.

Tags

Komentar

 
x