Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 02:27 WIB
 

Kerusuhan Napi Teroris Di Mako Brimob

Fahri Ingatkan Tugas Pemerintah Bukan Cuma Berduka

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 12 Mei 2018 | 08:15 WIB
Fahri Ingatkan Tugas Pemerintah Bukan Cuma Berduka
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali melempar kritiknya kepada pemerintah atas insiden berdarah di Mako Brimob dua hari lalu.

Melalui akun twitternya @FahriHamzah, mengkritik sikap pemerintah yang seakan berlarut dalam kesedihan."Jika dalam negara ada peristiwa yang merugikan dan mendatangkan korban rakyat, maka kita sebagai rakyat dan publik wajib memberi simpati kepada korban sebagai sesama masyarakat. Itu kesibukan kita yang pertama. Bukan kesibukan pemerintah," begitu cuit Fahri membuka rentetan kltwitnya yang diberi tagar #NalarNegara.

Pemerintah kata Fahri, harusnya mengungkap peristiwa dan terbuka kepada publik atas apa yang terjadi."Kesibukan utama pemerintah bukan soal kesedihan korban tapi soal membuat terang kejadian sehingga keadilan dan hukum ditegakkan secara tuntas," sebutnya masih diakhiri dengan tagar #NalarNegara.

Fahri menekankan, jangan sampai kebenaran yang harusnya diungkap justru dibalik seolah kesedihan yang lebih utama."Akan sia2 nyawa korban apabila negara gagal membawa pada penegakan hukum dan kebenaran untuk mendapatkan keadilan. Sebab bagaimana jika pemerintah sebuah salah? Lalu siapa yang disalahkan?," tanya Fahri.

Dia kemudian mengingatkan bagaimana sikap pemimpin dalam menyikapi kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan."Semua menyatakan prihatin dan berduka seolah tuga negara itu berduka. Padahal, fakta dan kebenaran tidak terungkap," bebernya.

Fahri bahkan memention @jokowi dengan kalimat sindiran."Dan presiden @jokowi bilang "tunggu polri angkat tangan'. hebat betul," cuitnya.

di tweet selanjutnya, Fahri mengingatkan bagaimana sebuah negara hukum harusnya berjalan dalam menegakkan hukum."Ada banyak fungsi dalam negara termasuk memberikan santunan. Tapi negara hukum ditandai dengan tegaknnya hukum yang akan menjadi dasar kebersamaan kita sepanjang masa. Maka, jangan bergeser untuk menemukan fakta yang benar," ungkapnya.

"Publik harus tahu bagaimana uang mereka dibelanjakan dan bagaimana kekuasaan yang mereka titipkan dipakai. Itu harus diingatkan kepada semua petugas," sambung fahri menutup kultwit tentang #NalarNegara.[Ivs].

Komentar

x