Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 12:41 WIB

Insiden Mako Brimob

Dalang Bom Thamrin Redam Kerusuhan di Mako Brimob?

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 11 Mei 2018 | 20:31 WIB

Berita Terkait

Dalang Bom Thamrin Redam Kerusuhan di Mako Brimob?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Insiden kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok beberapa waktu lalu masih menjadi misteri.

Polisi menyebut insiden ini dipicu oleh Wawan Kurniawan alias Abu Afif yang menjadi provokator karena makanan yang dibawa dari keluarganya tak disampaikan kepadanya.

Atas itulah, Wawan mengamuk dan memprovokasi para napi teroris lainnya untuk menyerang petugas. Hingga akhirnya, blok tahanan teroris dikuasi oleh Wawan dan 155 napi teroris lainnya.

Selain itu, mereka juga merebut senjata petugas dan mengambil senjata api barang bukti di ruang pemeriksaan. Mereka juga membunuh 5 anggota Polri.

Para napi teroris di Mako Brimob juga menyisakan satu sandera anggota Polri bernama Bripka Iwan Sarjana. Lewat sandera itu, bereda kabar mereka meminta kepada aparat kepolisian untuk dipertemukan dengan Aman Abdurrahman yang berbeda blok tahanan dengan 155 napi teroris yang menguasai Mako Brimob.

Polri mengatakan sudah mempertemukan para napi dengan Aman Abdurrahman. Namun, pertemuan itu dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan alat komunikasi belum diketahui.

Aman (47) merupakan terdakwa kasus bom Thamrin. Dia disebut menjadi otak serangan bom Thamrin 2016 lalu.

Dalam insiden kerusuhan di Mako Brimob itu, beredar rekaman di kalangan wartawan suara dari Aman Abdurrahman dari dalam rutan Mako Brimob yang berbeda blok dengan napi teroris yang melakukan kerusuhan saat itu.

Lalu, Benarkan Aman menjadi penengah kerusuhan di Mako Brimob hingga 145 napi menyerahkan diri?

Dari rekaman yang diperoleh INILAHCOM, pada Jumat (11/5/2018). Rekaman ini beredar ketika kerusuhan di Mako Brimob itu terjadi pada Selasa (8/5/2018) malam atau Rabu (9/5/2018) dinihari.

Dalam rekaman itu disebutkan Aman meminta kepada rekan-rekannya untuk menahan diri, apalagi kerusuhan ini disebut karena masalah sepele yakni makanan.

"Saya belum tau, nanti saya cek," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat diminta konfirmasi terkait rekaman Aman Abdurrahman.

Rekaman suara Aman disebut menjadi penengah situasi ketika para napi yang berjumlah 155 ini menguasai Mako Brimob. Aman meminta kepada para napi untuk menahan diri untuk tak memperkeruh suasana, apalagi para napi berada di kandang singa (Mako Brimob) dan pemicu kerusuhan ini juga karena masalah sepele yakni makanan.

Sampai akhirnya Kamis (11/5/2018) pagi, 145 napi teroris menyerahkan diri tanpa syarat. Sementara 10 lainnya justru melawan, namun akhirnya dilumpuhkan karena melawan petugas.

Berikut isi rekaman suara Aman Abdurrahman, otak bom Thamrin 2016 yang beredar di kalangan wartawan,

"Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada Ikhwan semua, saya Aman Abdurrahman mendengar laporan yang baru. Laporan dari pihak Densus bahwa ada kekisruhan di tempat antum dan menurut laporan sementara itu karena urusan dunia sehingga terjadi hal-hal yang tidak sepatutnya terjadi.

Sampai saya dapat penjelasan yang sebenarnya dari pihak antum, untuk malam ini agar meredam dulu. Dan mungkin yang bukan penghuni, agar keluar dulu dan besok lusa nanti utusan dari antum bisa minta ketemu dengan ana agar bisa menjelaskan masalah yang sebenarnya.

Karena untuk masalah urusan dunia tidak pantas terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kecuali masalah prinsipil yang tidak bisa ditolerir, baru itu dipermasalahin.

Tapi untuk lebih jelasnya, besok lusa ana bisa minta penjelasan orang yang dituakan di antara antum, Ustaz Muslih, Ustaz Alex Iskandar, atau yang lainnya.

Untuk malam ini agar meredam dulu. Agar bukan penghuni biar pada keluar dulu saja. Itu saja mungkin dari ana. Mudah-mudahan bisa dipahami karena tidak ada manfaat juga bikin keributan di kandang singa, mungkin seperti itu.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polri belum bisa memastikan apakah menjadi negosiator dengan 155 napi yang menguasai Mako Brimob saat kerusuhan itu terjadi. [ton]

Komentar

Embed Widget
x