Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 03:32 WIB

Mako Brimob Diserang Lagi, Sangat Disayangkan!

Oleh : Abdullah Mubarok | Jumat, 11 Mei 2018 | 10:46 WIB

Berita Terkait

Mako Brimob Diserang Lagi, Sangat Disayangkan!
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan Mako Brimob Kelapa Dua Depok Kamis tengah malam kebobolan lagi. Seorang terduga teroris berusia 23 tahun asal Jawa Barat melakukan serangan dari luar. Akibatnya seorang polisi tewas terbunuh dalam serangan itu.

Ind Police Watch merasa prihatin dengan peristiwa ini, apalagi terjadi pasca kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi terbunuh. Tapi sayangnya hingga Jumat siang Polri belum mengumumkan tragedi Kamis malam ini.

Dari info A1 yang dikumpulkan IPW menyebutkan, Kamis malam 10 Mei 2018 pukul 23.45 dua Intel Brimob melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob. Sepertinya ketiganya diduga membawa bahan peledak. Kedua Intel Brimob itu, Briptu Norman dan Briptu G pun berusaha membekuk ketiganya. Namun, hanya TS yang tertangkap. Sedangkan dua temannya berhasil kabur. Dengan membawa bahan peledaknya. TS pun lalu dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob.

Saat diperiksa TS diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung siang Jabar. Saat diperiksa TS ijin ke toilet karena lama tak muncul Bripka Marjin Prancis mendatangi toilet. Saat itulah TS melakukan serangan dan menikam anggota Brimob itu bertubi tubi.

Mendengar keributan di toilet, anggota Kepolisian lainnya mendatangi TKP dan berhasil membekuk TS. Sementara Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Pukul 02.40 korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

"IPW merasa prihatin dengan peristiwa ini karena terjadi di Mako Brimob paskah kekacauan di Rutan Brimob. IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana. Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob," kata Neta, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat. [rok]

Komentar

Embed Widget
x