Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 03:52 WIB

Penyanderaan di Mako Brimob

Polri Khawatir Adanya Stockholm Syndrome

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 9 Mei 2018 | 22:37 WIB
Polri Khawatir Adanya Stockholm Syndrome
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto berharap satu anggota polisi yang masih disandera bisa segera dibebaskan. Setyo mengaku khawatir akan terjadi Stockholm Syndrome dalam penyanderaan ini.

Stockholm Syndrome merupakan kejadian di mana yang disandera menjadi setia kepada penyandera, bahkan cenderung membelanya.

"Ada teori stokhom syndrome, yang disandera malah pro sama yang menyandera kan," katanya di Mako Brimob, Depok, Rabu (9/5/2018).

Untuk itu ia mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan negoisasi dengan para tahanan yang menduduki Mako Brimob. Saat ini polisi masih menunggu tim negosiator yang masih di dalam Mako Brimob.

"Kita masih lakukan secara prosedur, kita lalukan negosiasi dulu, walaupun kita punya plan yang lain, ada A B C. Plan A kita negosiasi, kakau gagal, plan Bnya apa, kalau gagal lagi plan C nya apa. Ya kita tunggu tim negosiator," katanya.

Diketahui, sudah 24 jam lebih napi teroris di Rutan Mako Brimob masih melakukan penyaderaan terhadap salah satu anggota satuan Densus 88 bernama Bripka Iwan Sarjana. Polri masih melakukan upaya-upaya negosiasi dengan para napi teroris.

Kericuhan terjadi di Mako Brimob Kelapa DUa Depok, Selasa (8/1/2018). Dalam kejadian ini, lima orang anggota Densus 88 gugur. Mereka adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Fandi Setio Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, dan Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi.

Sementara Bripka Iwan Sarjana, hingga kini masih disandera napi teroris tersebut. Rekaman suara Bripka Iwan saat penyanderaan juga tersebar di dunia maya.

Dalam kejadian ini satu napi teroris tewas atas nama Beni Samsu Trisno. Beni yang merupakan napi untuk kasus teroris di Pekanbaru ini terpaksa dilumpuhkan polisi karena berusaha merebut senjata milik petugas.
Kelima anggota Densus tersebut telah diautopsi di RS Polri Kramat Jati, dan telah diserahkan pada anggota keluarga untuk dimakamkan di kediaman masing-masing. Sementara jenazah Beni masih di RS Polri Kramat Jati. [hpy]

Komentar

x