Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:10 WIB

Ungkap Di Balik Rusuh Brimob Kelapa Dua

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 9 Mei 2018 | 17:48 WIB
Ungkap Di Balik Rusuh Brimob Kelapa Dua
Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob Kelapa Dua pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat pada Selasa (8/5/2018 hingga Rabu (9/5/2018) menelan enam korban jiwa, lima dari polisi dan satu dari pihak napi teroris. Harus diungkap mengapa terjadi rusuh di Rutan hingga menelan enam korban jiwa.

Pengungkapan peristiwa kerusuhan yang terjadi di rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat penting dilakukan. Hal ini untuk memastikan keamanan di seluruh rutan dan lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Aparat kepolisian agar mengusut tuntas di balik kerusuhan tersebut.

"Mendorong Kepolisian untuk mengusut tuntas dan mengungkapkan secara detail penyebab dan kronologi terjadinya kerusuhan," ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Bambang juga mengatakan agar Kementerian Hukum dan HAM melakukan evaluasi terhadap rasio jumlah sipir dengan jumlah tahanan yang tidak berbanding lurus. Dengan cara evaluasi tersebut, Bambang berharap agar tidak terulang peristiwa yang terjadi seperti di Rutan Mako Brimob.

Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menilai kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat merupakan bentuk kecolongan aparat kepolisian. Ia beralasan peristiwa serupa pernah terjadi di bulan November 2017 lalu. "Karena ini kejadian yang kedua kali, ricuh di rutan Mako Brimob," sebut Masinton saat dikonfirmasi.

Atas peristiwa tersebut, Masinton meminta agar dievaluasi dan ditinjau kembali sistem pengamanan serta penempatan tahanan di rutan Mako Brimob. Dengan cara ini, kata politisi PDI Perjuangan ini, peristiwa serupa tidak terjadi di waktu-waktu mendatang.

"Perlu dipikirkan opsi-opsi lainnya, apakah (napi teroris) ditaruh di pulau mana tentu dengan pengamanan tingkat securitinya lebih tinggi karena ini adalah narapidana terorisme kategori kejahatan luar biasa," tambah Masinton.

Sementara terpisah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Polri menjelaskan secara transparan tentang peristiwa yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Ia mempertanyakan situasi yang lama tidak bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.

"IPW mengimbau, kepolisian harus menjelaskan peristiwa ini dengan transparan tentang apa yang terjadi, tentang berapa korban tewas dan luka dalam kekacauan itu dan tentang senjata api polisi yang berhasil dirampas napi teroris," kata Neta dalam siaran persnya.

IPW juga mengkritik sistem pengamanan di Mako Brimob. Menurut dia, bagaimana mungkin Brimob diharapkan maksimal menjaga pilkada serentak, sementara menjaga markasnya sendiri kebobolan. "Dengan adanya kekacauan di rutan Mako Brimob ini, Kapolri sudah saatnya mengevaluasi jabatan Dankormar Brimob sehingga kekacauan tidak terulang lagi di rutan Brimob.," tandas Neta.

Menkopolhukam Wiranto mengatakan peristiwa yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat merupakan perosalan yang terkait dengan keamanan nasional. Makanya, kata Wiranto, harus ditangani dengan hati-hari dan penuh kesungguhan. "Ini masalah yang harus kita tangani hati-hati, sungguh-sungguh, karena menyangkut masalah keamanan nasional," sebut Wiranto.

Informasi resmi dari Polri menyebutkan dalam insiden tersebut telah merenggut enam nyawa yang terdiri dari lima dari pihak kepolisian dan satu dari pihak napi. Informasi yang terang atas peristiwa tersebut akan mendudukan persoalan serta menghentikan kesimpangsiuran yang berseliweran di tengah masyaeakat atas peristiwa tersebut.

Komentar

x