Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:05 WIB

Politik Identitas Dinilai Berbahaya di Indonesia

Oleh : - | Rabu, 9 Mei 2018 | 18:11 WIB
Politik Identitas Dinilai Berbahaya di Indonesia
Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai politik identitas sangat berbahaya untuk perpolitikan di Indonesia.

Sebab, masyarakat dianggap belum dewasa memahami identitas itu dalam kepentingan berbangsa.

"Politik identitas sangat berbahaya kalau dijadikan konsumsi politik di Indonesia," kata Kristiadi, Rabu (9/5/2018).

Menurut dia, identitas seseorang belum tentu mengayomi masyarakat serumpunnya ketika menjabat sebagai pemimpin. Misalnya, kealpaan politik Indonesia yang terjadi di Indonesia diantaranya aturan khusus yang mengatur kepala daerah wajib dijabat oleh putra daerah.

"Seperti di Papua, kepala daerahnya harus dari rumpun Melanesia. Kemudian DIY itu harus dari orang ketahtaan. Sekarang kita lihat apakah itu menjamin daerahnya maju," ujarnya.

Ia melihat politik identitas di Indonesia hanya digunakan untuk memecah belah bangsa, seperti menggunakan politik identitas untuk tidak mempercayai instansi pemerintahan yang dianggap tidak berprestasi.

"Padahal jelas kesepakatan kita (Indonesia) untuk menjadi bersama, karena kesepakatan yang menganut kebersamaan. Tapi kalau dididik kebenaran subjektif dan linier, itu bisa jadi berbahaya," jelasnya.

Sementara Ketua Mahkamah Partai NasDem, Saur Hutabarat beranggapan kalau politik identitas tidak berbahaya asal penegakan hukum dilakukan secara konsisten. Misal, ketika ada yang menggunakan politik identitas untuk kepentingan SARA maka polisi harus menindak tegas.

"Penegakan hukum itu penting, hukumannya misalnya lima tahun atau cukup didirikan di Monas lalu masyarakat diizinkan untuk menjewer mereka. Tapi meski harus ada pendidikan di dalamnya," katanya. [ton]

Komentar

x