Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:22 WIB

Jaksa Tuntut Penyuap Ketua PT Manado 6 Tahun Bui

Oleh : Agus Iriawan | Rabu, 9 Mei 2018 | 15:26 WIB

Berita Terkait

Jaksa Tuntut Penyuap Ketua PT Manado 6 Tahun Bui
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa menuntut mantan anggota DPR Aditya Moha Siahaan 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Jaksa yakin terdakwa telah memberikan suap sebesar SGD 110 ribu kepada mantan ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

"Menuntut kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan bahwa terdakwa Aditya Moha terbukti bersalah karena telah melakukan tindakan pidana korupsi," kata jaksa KPK Ali Fikri dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).

Jaksa menjelaskan uang suap diberikan terdakwa dengan cara bertahap untuk mempengaruhi putusan hakim dalam pengadilan tingkat banding terhadap ibunya, Marlina Moha Siahaan.

"Uang tersebut diberi Aditya di rumah mantan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono di Yogyakarta pada 12 Agustus 2017, sebesar SGD 80 ribu dengan alasan bisa diputus bebas," ujar jaksa.

Jaksa menyebutkan mulanya, Aditya Moha menerima nomor telepon Sudiwardono melalui Wakil Ketua PT Palu, Lexsy Mamonto pada 26 Juli 2017 di Banyuwangi, yang menyampaikan akan ada orang ustaz menghubungi terkait pekara Marlina. Selanjutnya keduanya bertemu untuk membicarakan pekrara Marlina.

"Sudiwardono menyampaikan kalau mau Marlina bebas, harus menyiapkan uang tambahan sebesar SGD 40 ribu dan membayar kamar di Hotel Alila Jakarta," ucap Jaksa.

Kemudian, kata jaksa, Aditya dengan Sudiwardono bertemu di Hotel Alila, Jakarta Pusat pada 6 Oktober 2017. Pertemuan tersebut untuk memberikan uang SGD 40 ribu sebagai permintaan mantan Ketua PT Manado tersebut.

"Sudiwardono bertemu Aditya di Hotel Alila, Jakarta, eks mantan Ketua PT Manado itu memberikan uang SGD 30 ribu dan sisanya uang SGD 10 ribu yang ditaruh di mobil terdakwa juga akan diberikan kepada Sudiwardono," ucapnya.

Setelah adanya transaksi tersebut petugas KPK menemui mereka turun dari lift dan melakukan penggeledahan serta menemui uang yang diduga untuk suap. [rok]

Komentar

Embed Widget
x