Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 14:12 WIB

Demokrat, PKB, PPP & PAN Bukan Parpol Divisi Utama

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 8 Mei 2018 | 20:01 WIB

Berita Terkait

Demokrat, PKB, PPP & PAN Bukan Parpol Divisi Utama
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adrian Sopa mengatakan dari hasil survei LSI menunjukkan adanya empat divisi partai politik berdasarkan elektabiltasnya.

"Berdasarkan dari survei, elektabilitas parpol peserta Pemilu terbagi menjadi empat divisi yakni divisi utama, divisi menegah, divisi bawah dan divisi nol koma," kata Adrian di Kantor LSI Denny JA di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/5/2018).

Adrian menyebutkan divisi utama yaitu partai yang memperoleh suara diatas 10 persen atau memperebutkan posisi nomor satu di DPR.

Kemudian, divisi menengah adalah partai dengan perolehan suara di bawah 10 persen tetapi tetap memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold empat persen.

"Untuk divisi bawah yakni parpol yang peroleh suaranya di bawah parliamentary thershold empat persen dan masih berupaya untuk dapat masuk parlemen pada Pemilu 2019," ujarnya.

Sementara, divisi nol koma merupakan partai - partai dengan perolehan suara tidak mencapai satu persen dan harus bekerja keras untuk masuk parlemen.
Berikut adalah elektabilitas partai dan kategori divisi parpol hasil survei LSI diantaranya;

Divisi utama adalah PDIP memperoleh 21,70 persen, Golkar 15, 30 persen dan Gerindra 14,70 persen.

Selanjutnya, Divisi menengah yaitu PKB 6,20 persen, Demokrat 5,80 persen, kemudian divisi bawah PAN 2,50 persen, Nasdem 2,30 persen Perindo 2,30 persen, PKS 2,20 persen PPP 1,80 persen PBB 0,40 persen Partai Garuda 0,30 persen PKPI 0,10 persen, PSI 0,10 persen dan Bekarya 0,10 persen.

Menurut dia, perolehan suara tersebut adalah elektabilitas parpol saat ini. " Sebab masih ada 23,5 persen, responden yang masih belum tentukan sikap.

Dia mengatakan, survei dilakukan pada periode 28 April sampai 5 Mei 2018 dengan wawancara tatap muka. "Dengan kuisioner, terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia melalui survei multistage random sampling dengan tingkat margin of error olus minus 2,9 persen," jelasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x