Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:50 WIB

Rakernas dan Tasyakur Milad III IPEMI

AHY: Khadijah R.A dan Kartini adalah Panutan

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 7 Mei 2018 | 15:30 WIB
AHY: Khadijah R.A dan Kartini adalah Panutan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi sang istri Annisa Pohan, menghadiri Rakernas dan Tasyakur Milad III IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) di Hotel Yasmin, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (6/5) malam.

Melihat ribuan pengusaha muslimah yang hadir malam itu, AHY teringat kepada Khadijah Radhiallahu Anha, istri Nabi Muhammad SAW dan Raden Adjeng Kartini, pahlawan nasional dan pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Bagi AHY, keduanya adalah contoh yang tepat untuk menjadi panutan anggota IPEMI dalam menjalankan usaha mereka.

"Kalau berbicara soal pengusaha dan muslimah, tentu kita semua teringat dengan Khadijah, istri tercinta Nabi Muhammad SAW yang juga adalah pengusaha sukses di Mekah ketika itu. Beliau adalah seorang pengusaha yang luar biasa, tangguh, hebat, dan peduli. Beliau mendedikasikan dirinya dan hartanya untuk membantu perjuangan Nabi Muhammad dalam melawan kebatilan dan kezhaliman. Ini adalah sebuah tauladan bagi kita semuanya. Saya yakin di ruangan ini adalah Khadijah-Khadijah Indonesia yang siap untuk terus memperjuangkan segala kepentingan rakyat Indonesia agar semakin sejahtera ke depan," terang AHY kepada ratusan muslimah anggota IPEMI yang datang dari provinsi mereka masing-masing.

Peringatan Hari Kartini, menurut AHY, juga adalah sebuah tauladan dimana kaum
perempuan benar-benar bisa menjadi penjuru dalam berbagai bidang.

"Dalam dunia usaha kita tahu kaum perempuan yang gigih dan telaten bisa juga melakukan terobosan-terobosan. Ini lah yang tentunya harus terus dilakukan dalam nantinya memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat, ekonomi dan kemajuan kita bersama," lanjut AHY.

Dalam kesempatan itu, secara singkat AHY menjelaskan bahwa belakangan ini Indonesia mengalami pelambatan ekonomi dan penurunan daya beli. Dengan itu AHY berharap IPEMI dapat terus menjalankan program-programnya sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Kehadiran IPEMI di Indonesia sangat penting. Ibu-ibu skalian adalah pengusaha yang menciptakan pekerjaan. IPEMI menjadi salah satu solusi bagi ekonomi nasional hari ini. Oleh karena itu tentunya harus kita dorong dan majukan karena IPEMI bisa memberdayakan muslimah Indonesia dalam berbagai jenis usaha. Saya sangat mendukung agar IPEMI semakin maju. Ini inisiatif yang brilian sekali dan perlu kita dorong bersama," ujar AHY.

IPEMI adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk dan didirikan untuk meningkatkan peran serta kontribusi para muslimah pengusaha dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, menuju kemandirian ekonomi yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah. IPEMI sendiri berdiri sejak 21 April tahun 2015.

Sementara itu, Juru Bicara AHY, Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa pertemuan AHY dengan ipemi ini adalah sebagai narasumber tokoh nasional yang ingin berbagi pengalaman mengenai tantangan di era sosial media dan generasi milenial.

"Di era digital dan milenial ini, peranan perempuan sangatlah penting. AHY sangat berharap kedepannya perempuan akan lebih banyak hadir memimpin berbagai kegiatan dan berbagai institusi untuk kemajuan bangsa. Peran perempuan sangat penting sejalan dengan perjuangan Ibu Kartini dalam memperjuangkan membangun bangsa.

Politisi Demokrat ini menambahkan bahwa dalam berbagai kesempatan AHY selalu mendapatkan dukungan, doa dan aspirasi dari generasi milenial dan perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju indonesia yang sejahtera dalam semangat menyongsong indonesia emas 2045.

Analisa data internal kita, sekitar 59,1 persen perempuan menyukai karakter pemimpin muda seperti AHY karena segala prestasi baik secara akademis maupun pengalaman di militer.

"AHY selalu disambut secara antusias saat melakukan pertemuan dengan kaum perempuan dalam berbagai komunitas, baik kaum ibu, suster, santriwati, pengusaha wanita, mahasiswi, generasi milenial dan profesi yang lain. Begitu juga dengan 52 persen generasi muda yang menginginkan adanya pemimpin milenial di 2019 ini. Kita bisa melihat contohnya seperti Presiden Prancis yang mendapat kepercayaan rakyat di usia yang sangat muda," ucap Putu.[jat]

Komentar

x