Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 01:25 WIB

Alumni 212 Bantah SP3 Rizieq Barter Kasus Sukma

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 4 Mei 2018 | 20:23 WIB

Berita Terkait

Alumni 212 Bantah SP3 Rizieq Barter Kasus Sukma
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin angkat bicara terkait Penghentian Penyidikan kasus penodaan Pancasila yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab. Novel menyebut SP3 itu sudah tepat.

"Karena jauh sangat minim dari bukti dan tidak ada keterkaitan dengan pelaporan karena (ceramah) itu adalah tesis HRS yang harus dijawab dengan tesis juga. Artinya memang seharusnya dikeluarkan SP3," jelas Novel, Jumat (4/5/2018).

Novel membantah SP3 yang dikeluarkan Polda Jabar adalah bentuk barter dengan kasus Sukmawati. Kasus Habib Rizieq Soal penodaan pancasila ini dilaporkan oleh Sukmawati.

"Tidak ada (barter). Kalau barter harusnya semua dikasih SP3. HRS ada 14 pelapor, 7 pelaporan. Artinya kalau mau tuntas kita juga minta Kapolri untuk keluarkan SP3 seluruhnya atau Kapolda Metro Jaya," kata Novel.

Saat dikaitkan dengan pertemuan antara PA 212 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Novel lagi-lagi membantahnya.

"Tidak ada hubunganya dengan pertemuan kemarin. Ini murni tidak ada bukti pasa kasus HRS," jelas Novel.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat resmi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas Kasus dugaan penodaan Pancasila oleh Habib Rizieq Shihab. Sp3 itu keluar sejak bulan Februari atau Maret.

"Iya betul (SP3). Saya lupa mungkin kalau nggak Februari, Maret 2018," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dihubungi INILAHCOM, Jumat (4/5/2018).

Kasus yang menjerat Rizieq merupakan buntut pelaporan Sukmawati Soekarnoputri pada Oktober 2016 silam. Sukmawati menganggap Rizieq menodai lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia.

Saat itu Rizieq sedang melakukan ceramah di kota Bandung. Sukmawati membawa barang bukti berupa video ceramah Rizieq di Bandung, yang mengatakan, Pancasila Soekarno, Ketuhanan ada di pantat.

Bareskrim melimpahkan kasus itu ke Mapolda Jawa Barat, karena lokasi ceramah Rizieq saat itu berada di Jawa Barat. Akhir Januari 2017, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka penodaan lambang. [ton]

Komentar

Embed Widget
x