Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:36 WIB

Racun Kalajengking

Rocky Gerung dan Denny Siregar Saling Sindir

Oleh : Tatzuar Amir | Kamis, 3 Mei 2018 | 23:01 WIB

Berita Terkait

Rocky Gerung dan Denny Siregar Saling Sindir
(Foto: twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Ucapan Presiden Jokowi mengenai potensi ekonomi 'racun kalajengking' menjadi diskursus di linimasa media sosial. Tak urung pegiat media sosial, Denny Siregar, menyindir Rocky Gerung soal racun kalajengking ini.

Topik racun kalajengking menjadi hangat saat Presiden Jokowi melontarkannya sewaktu membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018) lalu.

Di hadapan para kepala daerah yang menghadiri acara itu, Jokowi melontarkan suatu ide bisnis yang berangkat dari informasi yang dibacanya bahwa racun kalajengking merupakan komoditas bernilai tinggi, yaitu US$ 10,5 juta atau sekitar Rp145miliar per liternya.

"Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking," ujar Jokowi kala itu.

Sontak gagasan Presiden Jokowi menuai polemik dan menjadi diskursu, terutama di linimasa media sosial. Ada yang menganggapnya sebagai gurauan, ada yang menilainya sebagai pernyataa yang ceroboh, dan ada juga yang menanggapinya sebagai ide yang cemerlang.

Tak urung diskursus terkait "racun kalajengking" tersebut menyeret pegiat media sosial, Denny Siregar.

Lewat akun Twitternya, @Dennysiregar7, pegiat media sosial itu menyinggung bahwa mantan dosen filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung, tidak mengerti mengenai pernyataan Jokowi mengenai racun kalajengking. Karena itulah Denny menilai wajar bila Rocky kemudian dipecat sebagai dosen.

"Seorang @rockygerung gak paham makna perkataan @jokowi tentang racun kalajengking ?? Katanya ahli filsafat...
pantas dipecat..," begitu cuitnya sekitar saat tengah hari, Kamis (03/03/2018).

Komentar Denny tersebut berawal dari tanggapan Rocky kepada para wartawan tentang ide bisnis Jokowi tentang 'racun kalajengking' itu.

Menurut Denny, racun kalajengking tidak bisa menjadi komoditas karena sifat alami hewan yang termasuk dalam kelas Arachnida itu adalah liar. Karena sifat alami itulah maka kalajengking tidak mungkin diternakkan dan dijadikan komoditas.

"Iya kalau si kalajengking mau diternak enggak masalah kan? Masalahnya kalanjengking enggak mau diternak. Kalanjengking adalah binatang yang bisa hidup berdaptasi langsung dengan alam, beternak presiden aja," demikian ujar Rocky kala itu.

Rocky Gerung pun kemudian mengeluarkan suatu sindiran berupa 'kalabong' yang merupakan singkatan dua kata 'kalajengking' dan 'kecebong' yang merupakan sebutan para pendukung Jokowi, sebagai reaksi terhadap cuitan Denny Siregar.

"Bukan cuma kalabong, bahkan semua jenis racun bong gue gak paham. Pantas kau masih 200:))," cuitnya melalui akun @Rockygerung.

Dia pun melanjutkan dengan cuitan menyindir lainnya, "Masih siang kalabong udah ngamuk-ngamuk. Tapi racunnya bikin gatal doang. Enteng,".

Saat ditanya oleh salah satu pengikutnya di Twitter mengenai hal positif yang pernah dilakukan oleh Jokowi selama menjadi presiden, Rocky pun lagi-lagi menyindir dengan menggunakan kata 'racun kalajengking".

"Membuat roket berbahan bakar racun kalajengking. #fiksi," cuitnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x