Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:12 WIB

Wasekjen PSI Ajak Umat Syiarkan Wasatiyyat Islam

Oleh : Abdullah Mubarok | Kamis, 3 Mei 2018 | 08:07 WIB
Wasekjen PSI Ajak Umat Syiarkan Wasatiyyat Islam
Wakil Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Danik Eka Rahmaningtiyas - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Danik Eka Rahmaningtiyas mengapresiasi pertemuan Presiden Jokowi dan Grand Syeikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan langkah yang bagus dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia," ujarnya, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi memberikan pidato pada acara pembukaan High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyat Islam di Bogor, Jawa Barat, 1-3 Mei 2018.

Sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima Ahmad Muhammad Ath-Thayeb yang juga pembicara dalam acara tersebut, di Istana Merdeka.

Danik berharap pertemuan itu mampu memperkuat gerakan Wasatiyyat Islam dalam mendorong kemajuan peradaban masyarakat muslim dunia.

"Bukan hanya tokoh agama saja yang harus mengambil bagian dalam mensyiarkan Wasatiyyat Islam, tapi juga Kepala Pemerintahan, tokoh masyarakat dan umat Islam di seluruh dunia bahwa Islam rahmatan lil alamin, agama yang ramah dan berperadaban tinggi," kata Danik.

Senada dengan yang disampaikan oleh Syeikh Ath-Thayeb pada pertemuan di Istana Merdeka, Danik juga mengatakan bahwa konsep gerakan se-ideal apapun tidak akan mampu menjawab tantangan jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam bersosial-masyarakat.

"Melalui forum dan pertemuan ini diharapkan mempertegas posisi Indonesia dalam menampilkan wajah Islam rahmatan lil alamin dan komitmen menjawab tantangan masyarakat Islam dunia," ucap Danik.

Selain itu, Danik juga mengapresiasi Prof. Dr. Din Syamsudin yang telah menginisiasi serta melakukan koordinasi aktif dengan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri demi terselenggaranya pertemuan tersebut.

"Pak Din sebagai tokoh interfaith dan Islam Moderat, membawa angin segar dalam memperkuat pondasi kehidupan berbangsa kita yang beragama," pungkasnya. [rok]

Tags

Komentar

x