Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:50 WIB

Lucky Hakim Pindah Bendera dari PAN ke NasDem

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 2 Mei 2018 | 17:53 WIB
Lucky Hakim Pindah Bendera dari PAN ke NasDem
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Beredarnya foto Lucky Hakim yang sedang berada di sekolah Politik NasDem sepertinya merupakan awal keterbukaan politikus ini ke publik yang memutuskan berpindah Partai dari PAN ke Partai NasDem.

Sebelumnya sempat tersiar kabar di kalangan kader partai terkait hal ini namun saat itu Lucky yang menjabat sebagai Anggota DPR RI terkesan menutup-nutupi langkah politiknya tersebut.

Namun saat ini, kepindahan Lucky Hakim ke NasDem sepertinya sudah bukan rahasia lagi, dengan terang-terangan Lucky menghadiri acara demi acara Partai NasDem di berbagai tempat, bahkan sebuah bilboard berukuran besar terpampang wajah Lucky Hakim yang sudah menyertakan Logo partai milik Surya Paloh tersebut di kota Bekasi yang merupakan dapilnya (daerah pemilihan).

Hal tersebut membuat publik bertanya tentang alasan di balik kepindahannya terutama di kalangan kader dan para pemilihnya.

"Alhamdulillah saya sudah berpindah partai dari yang lama ke yang baru yaitu NasDem, ada beberapa sebab tapi yang pasti tentunya saya sudah tidak sepaham lagi dengan yang lama jadi perbedaan visi inilah yang membuat saya tidak nyaman lagi, saya yakin mereka juga tidak nyaman dengan keberadaan saya yang sudah sering tidak sepakat dengan kebijakan-kebijakan mereka, jadi saya bergerak dan berubah, ini merupakan gerakan perubahan saya ke arah yang lebih baik. Maka saya menyatakan dengan bangga dan bahagia bahwa saya pindah partai, sekarang saya adalah Kader NasDem, gerakan perubahan," jawab pria kelahiran cilacap 40 tahun silam.

Ada beberapa spekulasi dari beberapa kalangan yang mengomentari perpindahan partai dari Lucky yang pernah menjadi calon wali kota Bekasi 2012 lalu, seperti terkait tentang rekomendasi partai PAN untuk pilkada kota Bekasi yang tidak dia dapatkan di tahun 2017 lalu, juga terkait hal-hal lain seperti isu pembajakan kader partai, maka Lucky membantah dengan tegas rumor tersebut.

"Rumor miring tentang saya pindah karena tidak didukung PAN ikut pilkada kota Bekasi jelas-jelas itu fitnah, saya masuk NasDem itu tanggal 20 april 2018 ini setelah saya mundur dari PAN, itu beberapa bulan setelah urusan rekom pilkada selesai, juga tentang isu iming-iming materi, nah ini lebih aneh lagi, saya kan keluar dari PAN karena saya ini diPAW alias dipecat dari fraksi oleh DPP mereka sendiri, secara sepihak, tertanggal 31 januari 2018, itu dia biang keroknya, jadi agar tetap kondusif maka saya memilih mundur dari PAN tanggal 11 april 2018 agar tidak terkesan seperti ada perebutan jabatan. Nah hal inilah yang membuat saya tidak sepakat dengan kebijakan DPP PAN, ini bukan salah siapa-siapa kok kalau sudah tidak sepaham lagi, toh sekarang posisi saya sudah digantikan oleh kader PAN yang lain, yang mana saya pikir itu bisa menjadi giliran pengabdian antar kader ya silahkan saja," paparnya.

Keluarnya Lucky dari PAN dan langsung masuk ke NasDem membuat pertanyaan spesifik, di antara banyak partai saat ini, mengapa NasDem menjadi pilihan mantan aktor sinetron religi itu.

"Semenjak menjadi anggota DPR saya jadi kenal banyak kader-kader dari macam-macam partai dan dari situ saya bisa melihat dan menilai secara pendapat pribadi saya, dimana yang bisa bekerja dengan tenang dan tidak ribut-ribut soal PAW adalah di NasDem dan yang paling utama yaitu NasDem adalah partai tanpa mahar, tidak dipungut biaya apapun bila kita mencalonkan diri menjadi kepala daerah, baik kader internal maupun kader external, NasDem mengusung dan mendukung tanpa syarat, dan ini secara pribadi sudah saya cek dan terbukti. Bisa ditanyakan langsung ke Kang Ridwan kamil untuk jadi gubernur apakah diminta uang mahar oleh NasDem, juga ke kandidat bupati kabupaten Bandung Barat Pak Umbara, NasDem tidak memungut mahar sama sekali," ungkapnya.

Lucky pun menyikapi pemilu legislatif 2019 yang ada di dapilnya. "Sekarang saatnya kerja keras bagi saya untuk berjuang memenangkan pemilu legislatif 2019 di kota Bekasi dan Depok, target memperoleh satu dari enam kursi di dapil ini, saya yakin NasDem akan mendapatkan satu kursi dan insyaAllah itu adalah saya bilamana masyarakat masih mempercayakan suaranya pada saya untuk mewakilinya di DPR RI, ikhtiar dan doa insyaAllah qobul," tandasnya.

Tags

Komentar

x