Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 18:44 WIB

Wacana Uang Tunjangan DPR Dinilai Pemborosan

Oleh : Agus Irawan | Minggu, 29 April 2018 | 14:00 WIB
Wacana Uang Tunjangan DPR Dinilai Pemborosan
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai wacana rumah dinas bagi anggota DPR digantikan dengan uang tunjangan merupakan pemborosan.

"Letak pemborosan itu ketika fasilitas yang masih layak malah minta untuk diganti lagi. Karena baik rumah dinas maupun tunjangan pada saatnya akan menyedot anggaran dari negara," kata Lucius, Jakarta Minggu (29/4/2018).

Ia menyarankan agar DPR berpikir efisien dengan memaksimalkan rumah dinas yang sudah ada.

Menurutnya, usulan demi usulan anggaran dari DPR seperti sebuah skenario untuk mencari tambahan modal untuk menambah kantong sendiri para anggota parlemen.

"Dengan berbagai cara DPR berusaha agar tunjangan per anggota selalu bisa bertambah. Ada kebutuhan akan uang yang selalu terasa kurang sehingga memanfaatkan peluang anggaran untuk internal untuk memenuhinya," jelasnya.

Ia pun menyayangkan DPR yang masih saja DPR berorietasi pada urusan proyek, fasilitas dan penambahan tunjangan.

"Ini menunjukkan DPR yang seperti aji mumpung. Karena pada saat bersamaan tak nampak ada upaya serius DPR untuk memastikan kerja mereka bagi rakyat semakin baik. Yang ada kinerja DPR yang memble terus. Dengan begitu permintaan fasilitas dan tunjangan tak layak untuk didukung," paparnya.

Tags

Komentar

Embed Widget

x