Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:56 WIB

Jurus Polres Probolinggo Cegah Miras Oplosan

Sabtu, 28 April 2018 | 21:01 WIB

Berita Terkait

Jurus Polres Probolinggo Cegah Miras Oplosan
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Polres Probolinggo menggandeng instansi lain dan elemen masyarakat untuk mencegah peredaran minuman keras (miras) agar tidak terjadi korban jiwa akibat maraknya miras oplosan, apalagi jelang Puasa Ramadhan 2018.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan miras oplosan itu sangat berbahaya dimana campurannya sangat tidak masuk akal yaitu alkohol 70 persen, spirtus, obat batuk maupun obat nyamuk.

"Kami sudah melakukan patroli di tempat yang sering digunakan untuk mabuk-mabukan serta juga melakukan tindakan kepolisian terhadap masyarakat yang menjual miras tanpa izin," kata Alfian, Sabtu (28/4/2018).

Ia menjelaskan peran para stakeholder dibutuhkan mulai dari Pemerintah Kota Probolinggo, MUI, Babinsa, Babinkamtibmas, ibu-ibu PKK termasuk pengusaha toko bangunan dan pemilik apotek guna mencegah maraknya miras oplosan.

"Kami bersepakat antara kepolisian, Forkompimda dan pengusaha toko bangunan serta apotek untuk sama-sama mengawasi dan mencegah adanya peredaran miras oplosan," ujarnya.

Menurut dia, semua unsur pemerintah dan masyarakat sepakat untuk mewujudkan Kota Probolinggo bebas dari peredaran dan penggunaan miras oplosan termasuk memberikan imbauan dan penekanan kepada warga untuk tidak menjual, membeli dan menyalahgunakan pemakaian miras oplosan, alkohol dan spirtus.

Jadi, kata dia, pengusaha toko bangunan dan apotek yang menyediakan alkohol 70 persen ke atas dan spirtus harus komitmen untuk lebih selektif terhadap pembeli agar menunjukkan identitas atau menyerahkan foto copy KTP dan tidak dibawah umur.

"Apoteker atau penjual berkewajiban mengingatkan pembeli bahwa alkohol dan spirtus bukan merupakan bahan untuk dikonsumsi atau diminum," jelas dia.

Ia berharap dengan cara seperti itu memperketat pembeli alkohol, spirtus dan lainnya dapat menekan atau meminimalisir penyalahgunaan alkohol, karena bahan kimia cair itu sering dicampur dengan arak atau miras lainnya.

"Sudah banyak korban yang meninggal akibat miras oplosan. Meski di sini belum ada, patut diwaspadai dan diantisipasi," tandasnya.

Untuk diketahui, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memerintahkan jajaran kepolisian untuk membumihanguskan minuman keras di Indonesia sampai ke akar-akarnya.

"Kita serius sekali seluruh Indonesia harus zero, kalau istilah saya diratakan dengan tanah. Bulan ini selesai. Bulan Ramadhan tidak ada miras seluruh Indonesia," katanya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x