Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:36 WIB

Ditabrak Bus Malam, Ibu Muda Meregang Nyawa

Sabtu, 28 April 2018 | 10:26 WIB

Berita Terkait

Ditabrak Bus Malam, Ibu Muda Meregang Nyawa
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Tuban - Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dengan bus penumpang umum kembali terjadi di jalur Pantura Tuban. Yakni di simpang lima Alfalah, jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Tuban, Sabtu (28/4/2018) pagi.

Akibat kejadian tersebut, Kolifah (27), seorang ibu muda warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, meninggal di lokasi. Korban luka parah setelah dihantam bus malam PO Kramat Djati dan terpental hingga beberapa meter.

Informasi yang dihimpun, peristiwa maut di jalur menuju Semarang itu berawal saat Kolifah mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (Nopol) S 2382 FZ. Saat itu korban berjalan ke selatan dan hendak belok ke timur masuk jalur utama pantura Tuban.

"Ketika menyeberang jalan raya itu, korban diduga kurang memperhatikan situasi dari arus lalu lintas di jalan utama," terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban, Iptu Nungki Sambodo.

Ketika sudah sampai di tengah jalan, dari arah timur atau dari arah Surabaya menuju Semarang melaju bus malam PO Kramat Djati dengan nopol B 7483 WB. Bus yang dikemudikan Budiman (46), warga Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Cirebon itu berjalan dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan yang masih sepi.

"Bus berjalan dengan kecepatan tinggi dan tidak ada kesempatan untuk melakukan pengereman. Karena di lokasi tidak ditemukan adanya bekas rem dari bus tersebut," tambahnya.

Akibatnya, bus langsung menabrak motor Beat warna merah itu. Karenan kencangnya benturan, sepeda motor terseret beberapa meter dari lokasi benturan awal. Sedangkan korban terpental ke bagian kanan bus dan akhirnya meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara).

"Korban pengendara motor meninggal dunia di TKP dan langsung kita evakuasi ke kamar jenazah RSUD Koesma Tuban. Kita masih melakukan penyelidikan dengan olah TKP. Selain itu juga mencari keterangan saksi serta mengamankan pengemudi bus untuk proses lebih lanjut," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x