Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 02:00 WIB

KPU Hormati Menkumham Soal Larangan Napi Nyaleg

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 27 April 2018 | 18:43 WIB
KPU Hormati Menkumham Soal Larangan Napi Nyaleg
Komisioner KPU Wahyu Setiawan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyikapi pandangan Menkumham Yasonna Laoly menilai upaya lembaga penyelenggara Pemilu melarang mantan narapidana maju dalam pemilihan legislatif tak tepat.

Adapun pandangan ini disampaikan lantaran menurut Yasonna hal itu merupakan materi Undang-undang, bukan ketentuan teknis.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya memahami dan menghormati pandangan Menkumham. Namun, menurutnya pelarangan mantan narapidana maju Pileg juga perlu menjadi perhatian.

"KPU memahami bahwa ini menjadi diskursus panjang. Dalam rapat pleno, KPU masih memutuskan bahwa mantan narapidana korupsi tak diperbolehkan jadi calon anggota legislatif," ujar Wahyu di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

Ia menambahkan, KPU selama ini menggunakan mekanisme hukum dalam kewenangannya menyusun PKPU (peraturan KPU) sebagai regulasi.

Lebih jauh, Wahyu mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan jika ada kalangan pemerintah yang keberatan dengan gagasan ini.

"Bagi pihak yang keberatan terhadap peraturan KPU, ada mekanisme pengujian di MA (Mahkamah Agung). Itu sudah dicantumkan dalam praturan perundangan. Kami menghormati pandangan pemerintah dan DPR terkait norma yang akan dmasukkan ke KPU," pungkasnya.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna mengatakan bahwa dirinya memahami keinginan KPU melarang mantan narapidana maju dalam pemilihan legislatif.

Menurutnya, keinginan KPU melarang mantan narapidana mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif sangat baik sekali.

Namun politikus PDIP ini menilai KPU tak boleh menciptakan norma yang menghilangkan hak dalam tingkat peraturan teknis.[jat]

Komentar

x